Dana tersebut diharapkan dapat mempercepat lahirnya produk-produk inovatif karya anak bangsa.
Presiden Prabowo juga menyinggung rencana strategis lembaga Danantara yang akan membuka 18 proyek hilirisasi industri.
Proyek skala besar ini membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang sangat unggul.
Di sinilah perguruan tinggi diharapkan mengambil peran signifikan untuk menyuplai tenaga ahli dan hasil riset yang aplikatif.
Presiden menilai momentum ini adalah peluang emas bagi dunia pendidikan untuk berkontribusi langsung pada ekonomi nasional.
“Inilah saatnya kampus berkontribusi nyata bagi negara melalui penciptaan SDM unggul, riset, dan inovasi,” tegas Presiden dalam taklimat tersebut.
Visi besar Presiden Prabowo adalah mengubah Indonesia agar tidak hanya sekadar menjual sumber daya alam mentah.
Melalui penguasaan teknologi, Indonesia harus mampu mengolah kekayaan alamnya sendiri.
Persatuan dan kekompakan antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri menjadi syarat mutlak keberhasilan visi ini.
Melalui dorongan ini, pemerintah berharap muncul ekosistem riset yang sehat di lingkungan kampus.

