30 C
Makassar
18 January 2026, 15:59 PM WITA

SBY di Perayaan Natal Demokrat: Matahari Hanya Satu di Partai Demokrat

Overview:

  • SBY menegaskan bahwa AHY adalah pemimpin tunggal (matahari satu) di Partai Demokrat, sementara dirinya memposisikan diri sebagai mentor senior partai.
  • Partai Demokrat memegang prinsip “Country First”, di mana tugas negara yang dijalankan AHY sebagai Menko didahulukan daripada menghadiri agenda seremonial partai.
  • SBY menginstruksikan kader agar Demokrat menjadi bagian dari solusi bagi pemerintahan Presiden Prabowo dengan tetap menjunjung tinggi nilai Pancasila dan kerukunan bangsa.

SulawesiPos.com – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan soliditas internal partai dalam acara Perayaan Natal Nasional dan Tahun Baru 2026 Partai Demokrat di Jakarta, Senin (12/01/2026) malam.

Dalam pidatonya, Presiden ke-6 RI tersebut menyatakan secara gamblang bahwa pucuk pimpinan Partai Demokrat saat ini sepenuhnya berada di tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

SBY menegaskan bahwa kehadirannya memberikan sambutan hanyalah mewakili AHY yang berhalangan hadir karena tugas negara.

Ia memposisikan dirinya bukan lagi sebagai pengendali utama, melainkan sebagai pendamping bagi generasi muda.

“Seharusnya yang menyampaikan sambutan utama adalah pemimpin Partai Demokrat, Bung Agus Harimurti Yudhoyono. Beliau pemimpin partai. Saya boleh dikatakan seorang mentor senior, mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,” tegas SBY di hadapan para kader.

Baca Juga: 
Partai Buruh Tolak Pilkada Melalui DPRD, Tawarkan Regulasi dalam UU Pemilu Diperkuat

Ketidakhadiran AHY dalam agenda besar partai tersebut dijelaskan SBY sebagai bentuk komitmen terhadap etika politik “Country First”.

AHY yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tengah mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja di Kalimantan Timur.

SBY menekankan bahwa tugas melayani rakyat dan negara harus selalu didahulukan di atas kepentingan elektoral maupun internal organisasi.

“Tentu bagi Demokrat country first, the people first, baru partai. Jangan dibalik. Negara dulu, rakyat dulu, baru partai,” ujarnya.

Dalam pesan Natalnya, SBY mengingatkan bahwa kerukunan dan persaudaraan adalah modal fundamental bagi Indonesia untuk maju.

Overview:

  • SBY menegaskan bahwa AHY adalah pemimpin tunggal (matahari satu) di Partai Demokrat, sementara dirinya memposisikan diri sebagai mentor senior partai.
  • Partai Demokrat memegang prinsip “Country First”, di mana tugas negara yang dijalankan AHY sebagai Menko didahulukan daripada menghadiri agenda seremonial partai.
  • SBY menginstruksikan kader agar Demokrat menjadi bagian dari solusi bagi pemerintahan Presiden Prabowo dengan tetap menjunjung tinggi nilai Pancasila dan kerukunan bangsa.

SulawesiPos.com – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan soliditas internal partai dalam acara Perayaan Natal Nasional dan Tahun Baru 2026 Partai Demokrat di Jakarta, Senin (12/01/2026) malam.

Dalam pidatonya, Presiden ke-6 RI tersebut menyatakan secara gamblang bahwa pucuk pimpinan Partai Demokrat saat ini sepenuhnya berada di tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

SBY menegaskan bahwa kehadirannya memberikan sambutan hanyalah mewakili AHY yang berhalangan hadir karena tugas negara.

Ia memposisikan dirinya bukan lagi sebagai pengendali utama, melainkan sebagai pendamping bagi generasi muda.

“Seharusnya yang menyampaikan sambutan utama adalah pemimpin Partai Demokrat, Bung Agus Harimurti Yudhoyono. Beliau pemimpin partai. Saya boleh dikatakan seorang mentor senior, mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,” tegas SBY di hadapan para kader.

Baca Juga: 
LBH Muhammadiyah Tegaskan Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Organisasi

Ketidakhadiran AHY dalam agenda besar partai tersebut dijelaskan SBY sebagai bentuk komitmen terhadap etika politik “Country First”.

AHY yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tengah mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja di Kalimantan Timur.

SBY menekankan bahwa tugas melayani rakyat dan negara harus selalu didahulukan di atas kepentingan elektoral maupun internal organisasi.

“Tentu bagi Demokrat country first, the people first, baru partai. Jangan dibalik. Negara dulu, rakyat dulu, baru partai,” ujarnya.

Dalam pesan Natalnya, SBY mengingatkan bahwa kerukunan dan persaudaraan adalah modal fundamental bagi Indonesia untuk maju.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/