Overview:
SulawesiPos.com – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDI-P) dijadwalkan akan menyampaikan pernyataan resmi mengenai sikap politik partai pada hari penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I, Senin (12/1/2026).
Pernyataan tersebut merupakan kristalisasi dari pembahasan strategis yang mencakup arah kebijakan internal maupun eksternal partai, termasuk posisi formal PDI-P terhadap mekanisme pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Indonesia.
Ketua DPP PDI-P, Djarot Saiful Hidayat, mengonfirmasi bahwa seluruh hasil evaluasi dan rekomendasi atas isu-isu nasional yang menonjol akan dibacakan pada sesi akhir rangkaian Rakernas.
“Bagaimana sikap politik PDI Perjuangan, sikap politik eksternal dan ada sikap politik yang internal. Kami akan menyampaikan pada akhir Rakernas nanti sikap politik PDI Perjuangan terkait dengan beberapa isu yang menonjol termasuk pilkada kepala daerah,” ungkap Djarot di sela-sela agenda Rakernas, Sabtu (10/1/2026) malam.
Rakernas tahun 2026 ini tampil berbeda dengan format yang berbeda lebih dari sebelum-sebelumnya dan lebih tajam.
Jika sebelumnya pembahasan hanya dibagi ke dalam tiga komisi, kali ini PDIP membentuk tujuh komisi khusus.
Penambahan ini bertujuan agar partai dapat merespons tantangan masa depan dengan lebih substantif.
“Komisi ini lebih difokuskan, lebih substansial untuk menjawab berbagai macam tantangan-tantangan ke depan maupun isu-isu politik penting terkini,” jelas Djarot.
Selain isu eksternal, Rakernas ini menjadi mesin penggerak konsolidasi organisasi yang masif.
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira menekankan bahwa penguatan partai tidak hanya berhenti di level provinsi (DPD) atau kabupaten/kota (DPC), melainkan dipaksa menyentuh hingga ke tingkat akar rumput.
Andreas menjelaskan bahwa instruksi partai akan diteruskan hingga ke tingkat kecamatan, desa, anak ranting, bahkan menyentuh struktur terkecil di tingkat RT dan RW.
“Setelah ini nanti teman-teman di tingkat DPD dan DPC akan melakukan rakerda dan rakercab untuk soliditas, konsolidasi pengorganisasian partai di tingkatan akar rumput, di tingkatnya masing-masing,” tutur Andreas.
Di bawah arahan Djarot Saiful Hidayat, bidang ideologi dan kaderisasi akan menjadi ujung tombak untuk memastikan setiap kader memiliki landasan perjuangan yang kuat.
Fokus ini menjadi sangat penting mengingat PDIP ingin memastikan bahwa gerak organisasi di akar rumput selaras dengan visi ideologis yang dicanangkan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Pengumuman sikap politik hari ini diprediksi akan menjadi kompas bagi arah demokrasi Indonesia setidaknya hingga Pemilu mendatang, terutama terkait isu-isu panas seperti skema pemilihan langsung atau tidak langsung di Pilkada.