Kholid berharap proses hukum yang berjalan tetap memperhatikan prinsip proporsionalitas dan hak konstitusional warga negara agar tidak memicu kegaduhan yang tidak perlu.
Ia menegaskan bahwa kedewasaan sebuah bangsa diuji dari caranya menyikapi perbedaan pendapat dan suara kritis di ruang publik.
“Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang mampu tersenyum, berdialog, dan belajar dari kritik bukan Indonesia yang mudah tersinggung dan tergesa-gesa mempersoalkan perbedaan pendapat,” pungkas Kholid menutup pernyataannya.

