27 C
Makassar
18 January 2026, 19:10 PM WITA

Jelang Rakernas PDIP, Ganjar Pranowo Tegaskan PDI Perjuangan Tak Bisa Didikte

Overview: 

  • Ganjar Pranowo tegaskan partainya tidak mudah didikte termasuk dalam sikap politik mendukung pilkada langsung
  • Ganjar menanggapi biaya politik tinggi harusnya diperbaiki lewat regulasi, bukan mengubah mekanisme
  • Ia juga mengingatkan kader PDIP untuk tetap mengingat pesan moral dari tema Rakernas “Satyam Eva Jayate”

SulawesiPos.com – Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa partainya tetap berdiri kokoh pada jalur demokrasi langsung.

Di tengah menguatnya wacana pengembalian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke tangan DPRD yang didukung oleh koalisi partai pemerintah, Ganjar memastikan PDI Perjuangan tidak akan goyah mengikuti arus tersebut.

Menurut Ganjar, memindahkan hak pilih dari rakyat ke lembaga legislatif merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak konstitusional warga negara.

“PDI Perjuangan tidak mudah didikte, sebagaimana ketegasan untuk tetap menjalankan Pilkada Langsung. Karena itu adalah cermin kedaulatan rakyat,” tegas Ganjar saat memberikan keterangan pers, Jumat (09/01/2026).

Menanggapi argumen bahwa Pilkada langsung harus dihapus karena memakan biaya tinggi, mantan Gubernur Jawa Tengah ini menilai alasan tersebut tidak cukup kuat untuk mengubah sistem pemilihan.

Baca Juga: 
Luncurkan Buku Spirit Kemanusiaan, PDIP Bedah Strategi Mitigasi Bencana ala Megawati Soekarnoputri

Bagi Ganjar, tingginya biaya politik (high cost politics) seharusnya diatasi dengan perbaikan regulasi kampanye, bukan dengan memangkas hak suara rakyat.

“Soal tingginya biaya Pilkada bisa direduksi dengan pembatasan-pembatasan aturan kampanye. Misalnya, tempat pemasangan atribut bisa disubsidi oleh pemerintah dengan menyediakan ruang khusus yang setara untuk semua calon,” jelasnya memberikan solusi.

Ganjar juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas demokrasi dengan memastikan tidak ada intervensi dari pihak-pihak yang tidak memiliki wewenang dalam proses pemilihan.

Ia menekankan bahwa partai politik dan aparat penegak hukum harus konsisten menjaga independensi penyelenggara pemilu.

“Parpol harus menjaga independensi penyelenggara. Penegakan hukum harus konsisten, dan pihak yang tidak punya wewenang dalam pemilu dilarang ikut campur,” imbuh Ganjar.

Menjelang Rakernas PDIP, Ganjar mengingatkan seluruh kader Banteng untuk meresapi pesan moral “Satyam Eva Jayate” (Kebenaran Akan Menang) dalam menghadapi tekanan politik saat ini.

Bagi Ganjar, slogan tersebut adalah komitmen untuk berani mengambil jalan yang berbeda dari mayoritas (anti-mainstream) demi membela keadilan.

Baca Juga: 
Politisi PKS Tegaskan RUU Perampasan Aset Harus Lindungi HAM dan Profesional

“Ini bukan sekadar slogan, namun pesan moral untuk bersikap jelas dalam urusan rakyat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Overview: 

  • Ganjar Pranowo tegaskan partainya tidak mudah didikte termasuk dalam sikap politik mendukung pilkada langsung
  • Ganjar menanggapi biaya politik tinggi harusnya diperbaiki lewat regulasi, bukan mengubah mekanisme
  • Ia juga mengingatkan kader PDIP untuk tetap mengingat pesan moral dari tema Rakernas “Satyam Eva Jayate”

SulawesiPos.com – Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa partainya tetap berdiri kokoh pada jalur demokrasi langsung.

Di tengah menguatnya wacana pengembalian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke tangan DPRD yang didukung oleh koalisi partai pemerintah, Ganjar memastikan PDI Perjuangan tidak akan goyah mengikuti arus tersebut.

Menurut Ganjar, memindahkan hak pilih dari rakyat ke lembaga legislatif merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak konstitusional warga negara.

“PDI Perjuangan tidak mudah didikte, sebagaimana ketegasan untuk tetap menjalankan Pilkada Langsung. Karena itu adalah cermin kedaulatan rakyat,” tegas Ganjar saat memberikan keterangan pers, Jumat (09/01/2026).

Menanggapi argumen bahwa Pilkada langsung harus dihapus karena memakan biaya tinggi, mantan Gubernur Jawa Tengah ini menilai alasan tersebut tidak cukup kuat untuk mengubah sistem pemilihan.

Baca Juga: 
Luncurkan Buku Spirit Kemanusiaan, PDIP Bedah Strategi Mitigasi Bencana ala Megawati Soekarnoputri

Bagi Ganjar, tingginya biaya politik (high cost politics) seharusnya diatasi dengan perbaikan regulasi kampanye, bukan dengan memangkas hak suara rakyat.

“Soal tingginya biaya Pilkada bisa direduksi dengan pembatasan-pembatasan aturan kampanye. Misalnya, tempat pemasangan atribut bisa disubsidi oleh pemerintah dengan menyediakan ruang khusus yang setara untuk semua calon,” jelasnya memberikan solusi.

Ganjar juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas demokrasi dengan memastikan tidak ada intervensi dari pihak-pihak yang tidak memiliki wewenang dalam proses pemilihan.

Ia menekankan bahwa partai politik dan aparat penegak hukum harus konsisten menjaga independensi penyelenggara pemilu.

“Parpol harus menjaga independensi penyelenggara. Penegakan hukum harus konsisten, dan pihak yang tidak punya wewenang dalam pemilu dilarang ikut campur,” imbuh Ganjar.

Menjelang Rakernas PDIP, Ganjar mengingatkan seluruh kader Banteng untuk meresapi pesan moral “Satyam Eva Jayate” (Kebenaran Akan Menang) dalam menghadapi tekanan politik saat ini.

Bagi Ganjar, slogan tersebut adalah komitmen untuk berani mengambil jalan yang berbeda dari mayoritas (anti-mainstream) demi membela keadilan.

Baca Juga: 
Musda Golkar Sulsel Ditunda, Plt Ketua Pilih Keliling 24 Daerah Dulu

“Ini bukan sekadar slogan, namun pesan moral untuk bersikap jelas dalam urusan rakyat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/