Untuk regional Sulsel sendiri, peta Kekuatan beralih ke konstelasi lokal, Asratillah menekankan bahwa struktur partai dan jejaring elite akan menjadi penentu di Sulsel.
Partai Golkar diprediksi tetap memiliki peluang besar berkat soliditas internal dan jaringan akarnya yang luas.
Sementara itu, Partai Gerindra berpotensi unggul jika mampu mengonversi kedekatan dengan pemerintah pusat menjadi program nyata yang dirasakan masyarakat daerah.
Di sisi lain, tantangan besar membayangi partai yang dinilai sulit beradaptasi dengan karakter politik lokal, seperti PDI Perjuangan.
Sedangkan partai NasDem dan Demokrat berada di posisi moderat yang tetap relevan namun dituntut segera melakukan regenerasi elite serta pembaruan narasi politik agar basis massa mereka tidak tergerus.
Tahun 2026 mendatang akan menjadi pembuktian sejauh mana kekuatan politik mampu bertahan dan seberapa efektif komunikasi yang dibangun pemerintah terhadap publik di tengah berbagai tantangan global maupun domestik. (amh)

