24 C
Makassar
18 January 2026, 20:09 PM WITA

Demi Pulihkan Layanan Publik Mendagri Terjunkan Ribuan Praja IPDN ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

Aceh menjadi wilayah dengan kerusakan terberat mencapai 1.455 kantor desa, disusul oleh Sumatra Utara dengan 93 kantor desa, dan Sumatra Barat sebanyak 32 kantor desa.

Meskipun 11 kabupaten di Aceh telah berangsur pulih, Mendagri menegaskan bahwa masih ada tujuh kabupaten yang menjadi fokus utama karena kondisi yang masih membutuhkan penanganan intensif.

Wilayah tersebut meliputi Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Khusus untuk Aceh Tamiang dan Aceh Utara, kerusakan dinilai sebagai yang paling berat.

Sementara untuk wilayah Sumatra Utara, atensi pemerintah difokuskan pada pemulihan di Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.

Selama berada di lokasi penugasan, para praja beserta pengasuh akan menjalankan dua misi utama.

Pertama adalah tugas fisik yang meliputi pembersihan dan penanganan teknis pasca bencana.

Kedua, yang merupakan inti dari misi ini, adalah revitalisasi birokrasi tingkat desa.

Para praja diharapkan menjadi motor penggerak agar layanan dasar seperti administrasi kependudukan (Dukcapil) dan layanan publik lainnya dapat kembali diakses oleh masyarakat meskipun di tengah keterbatasan infrastruktur. (amh)

Baca Juga: 
Pembangunan IKN Masuk Tahap II, Bersiap Jadi Ibu Kota Politik

Aceh menjadi wilayah dengan kerusakan terberat mencapai 1.455 kantor desa, disusul oleh Sumatra Utara dengan 93 kantor desa, dan Sumatra Barat sebanyak 32 kantor desa.

Meskipun 11 kabupaten di Aceh telah berangsur pulih, Mendagri menegaskan bahwa masih ada tujuh kabupaten yang menjadi fokus utama karena kondisi yang masih membutuhkan penanganan intensif.

Wilayah tersebut meliputi Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Khusus untuk Aceh Tamiang dan Aceh Utara, kerusakan dinilai sebagai yang paling berat.

Sementara untuk wilayah Sumatra Utara, atensi pemerintah difokuskan pada pemulihan di Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.

Selama berada di lokasi penugasan, para praja beserta pengasuh akan menjalankan dua misi utama.

Pertama adalah tugas fisik yang meliputi pembersihan dan penanganan teknis pasca bencana.

Kedua, yang merupakan inti dari misi ini, adalah revitalisasi birokrasi tingkat desa.

Para praja diharapkan menjadi motor penggerak agar layanan dasar seperti administrasi kependudukan (Dukcapil) dan layanan publik lainnya dapat kembali diakses oleh masyarakat meskipun di tengah keterbatasan infrastruktur. (amh)

Baca Juga: 
Ratusan Madrasah Terdampak Bencana di Aceh Siap Belajar Tatap Muka Besok

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/