Categories: Piala Dunia

Lamine Yamal, Bayi yang Pernah Dimandikan Messi Kini Antar Spanyol Singkirkan Portugal di Piala Dunia 2026

SulawesiPos.com – Di usianya yang baru 18 tahun, Lamine Yamal terus mencuri perhatian dunia sepak bola. Wonderkid milik Spanyol itu kembali menjadi sorotan setelah tampil impresif saat La Roja menyingkirkan Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026). Meski gol kemenangan dicetak Mikel Merino pada menit ke-91, Yamal menjadi motor serangan yang terus merepotkan lini belakang Portugal sepanjang pertandingan.

Penampilan Yamal mengantarkan Spanyol melaju ke perempat final, dan juga semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta terbaik generasi baru sepak bola dunia.

Bahkan sebelum pertandingan dimulai, kapten Portugal Cristiano Ronaldo telah lebih dulu melontarkan pujian kepada pemain muda Barcelona tersebut.

“Lamine Yamal memiliki masa depan yang sangat cerah. Dia bermain dengan sangat bagus saat ini, dan saya yakin ia punya masa depan yang luar biasa,” ujar Ronaldo dalam konferensi pers jelang laga.

Bayi yang Dimandikan Messi

Jauh sebelum namanya menghiasi panggung sepak bola dunia, Lamine Yamal pernah menjadi bagian dari momen yang kini dianggap ikonik.

Saat masih bayi pada 2007, Yamal mengikuti sesi pemotretan kalender amal Barcelona bersama sebuah surat kabar lokal.

Dalam salah satu foto, Lionel Messi yang saat itu baru berusia 20 tahun terlihat memandikan bayi tersebut.

Bertahun-tahun kemudian, foto itu kembali viral setelah publik mengetahui bahwa bayi dalam pelukan Messi adalah Lamine Yamal, pemain yang kini digadang-gadang menjadi wajah baru sepak bola Spanyol.

Banyak penggemar menyebut momen tersebut sebagai “estafet simbolis” dari Messi kepada generasi berikutnya, meski Yamal berkali-kali menunjukkan bahwa ia ingin membangun identitasnya sendiri, bukan menjadi “Messi baru”.

Pecahkan Rekor Sejak Usia Belia

Karier Yamal melesat dalam waktu singkat. Ia menjadi pemain termuda yang pernah tampil dan mencetak gol untuk tim nasional Spanyol.

Namanya semakin mendunia setelah tampil gemilang di Euro 2024 dengan mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang bermain, mencetak gol, sekaligus menjuarai turnamen tersebut.

Di Piala Dunia 2026, Yamal kembali mengukir sejarah lewat gol pertamanya di ajang Piala Dunia saat membantu Spanyol mengalahkan Arab Saudi.

FIFA menyebut gol tersebut menjadikannya salah satu pencetak gol termuda dalam sejarah turnamen.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente pun memuji perkembangan pesat anak asuhnya. Menurutnya, Yamal berbahaya saat menguasai bola, dan menunjukkan etos kerja tinggi ketika tim kehilangan penguasaan.

Pelatih berusia 65 tahun itu menilai kontribusi pemain muda tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membawa Spanyol melangkah ke babak delapan besar.

Bukan “Messi Baru”

Sebagai pemain kidal yang beroperasi di sisi kanan, gaya bermain Yamal memang kerap dibandingkan dengan Lionel Messi.

Ia gemar menusuk ke dalam (cut inside), memiliki kontrol bola yang baik, serta mampu menciptakan peluang maupun melepaskan tembakan akurat.

Namun, banyak pengamat menilai Yamal memiliki karakter bermain yang berbeda. Keberaniannya mengambil keputusan, kreativitas, dan kedewasaan bermain di usia muda membuatnya mulai dikenal sebagai pemain dengan identitasnya sendiri.

Hal itu juga tercermin dari kepercayaan besar yang diberikan pelatih Luis de la Fuente kepada Yamal sebagai salah satu pemain kunci Spanyol sepanjang Piala Dunia 2026.

Pemain Termahal Spanyol di Piala Dunia 2026

Performa impresif Yamal turut tercermin dari nilai pasarnya.

Pemain Barcelona itu memiliki nilai pasar mencapai 200 juta euro, menjadikannya pemain termahal di skuad Spanyol sekaligus berbagi status sebagai pemain dengan valuasi tertinggi di Piala Dunia 2026 bersama penyerang Norwegia, Erling Haaland.

Dengan usia yang masih 18 tahun, perjalanan karier Lamine Yamal masih sangat panjang. Penampilannya di Piala Dunia 2026 semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu wajah baru sepak bola dunia yang diprediksi akan mendominasi panggung internasional dalam beberapa tahun ke depan.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Lamine Yamal Lionel Messi Spanyol Portugal vs Spanyol