Eloy Room Bikin 15 Saves, Curacao Cetak Poin Bersejarah di Piala Dunia 2026

Sulawesipos.com – Kiper Curacao, Eloy Room, mencatat penampilan bersejarah di Piala Dunia 2026 setelah membuat 15 penyelamatan saat menahan Ekuador 0-0 pada laga Grup E di Stadion Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026) pagi WITA.

Aksi Room membuat Curacao meraih poin pertama dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Hasil itu terasa penting karena Curacao datang sebagai debutan dan sebelumnya menelan kekalahan besar dari Jerman pada laga pembuka.

Ekuador tampil dominan dan melepaskan gelombang serangan sepanjang pertandingan. Namun, 15 tembakan tepat sasaran mereka gagal menjadi gol karena Room tampil konsisten sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan.

Room ubah tekanan Ekuador menjadi catatan sejarah

Berdasarkan laporan Kompas.com, Ekuador langsung mendapat peluang besar pada menit ketiga melalui Enner Valencia. Kapten Ekuador itu lolos dalam situasi satu lawan satu, tetapi tembakannya masih dapat digagalkan Room.

Setelah peluang itu, Ekuador terus menekan melalui John Yeboah, Gonzalo Plata, Enner Valencia, Moises Caicedo, Kevin Rodriguez, Willian Pacho, hingga Nilson Angulo. Namun, tidak satu pun upaya tersebut mampu menembus gawang Curacao.

BACA JUGA:  Livano Comenencia, Pemuda 22 Tahun yang Mengubah Sejarah Sepak Bola Curaçao

CNN Indonesia melaporkan Ekuador melepaskan 28 tembakan sepanjang 90 menit. Dari jumlah itu, 15 tembakan mengarah ke gawang dan seluruhnya berhasil diselamatkan Room.

Penampilan tersebut membuat Room menjadi sorotan karena Curacao sebelumnya kebobolan tujuh gol dari Jerman pada pertandingan pertama. Dalam rentang beberapa hari, ia berubah dari kiper yang banyak kebobolan menjadi pahlawan poin bersejarah.

Rekor penyelamatan terbanyak dalam waktu normal

CNN Indonesia mencatat 15 penyelamatan Room menjadi rekor penyelamatan terbanyak dalam waktu normal atau 90 menit pertandingan Piala Dunia. Catatan itu melewati Ramon Quiroga yang membuat 13 penyelamatan untuk Peru saat menghadapi Belanda pada Piala Dunia 1978.

Catatan Room masih berada di bawah rekor total satu pertandingan milik Tim Howard. Kiper Amerika Serikat itu mencatat 16 penyelamatan saat melawan Belgia pada Piala Dunia 2014, tetapi laga tersebut berjalan hingga babak tambahan.

Dengan demikian, capaian Room menonjol karena seluruh penyelamatannya terjadi dalam waktu normal. Performa tersebut menjadi salah satu cerita paling kuat dari Grup E Piala Dunia 2026.

BACA JUGA:  Viral! Timnas Curacao Naik Bus Sekolah Tua Jelang Piala Dunia 2026, Ternyata Sudah Jadi Tradisi

Media internasional juga menyoroti aksi Room sebagai salah satu penampilan kiper terbaik di turnamen. Al Jazeera menyebut Room menjadi tokoh utama ketika Curacao meraih poin pertama mereka di Piala Dunia.

Curacao pulang dengan poin, Ekuador tertahan

Hasil imbang 0-0 membuat Curacao menjaga peluang di Grup E meski masih harus bekerja keras pada laga berikutnya. Satu poin dari Ekuador memberi modal psikologis penting bagi tim debutan tersebut.

Sebaliknya, Ekuador kehilangan kesempatan meraih kemenangan pertama setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Pantai Gading. Dominasi permainan dan banyaknya peluang tidak cukup untuk mengubah hasil akhir di Kansas City.

Kompas.com menulis Ekuador membutuhkan poin penuh untuk melanjutkan kiprah di Piala Dunia 2026. Namun, seluruh upaya mereka terbentur penampilan Room yang menjadi tembok utama Curacao.

Pertandingan berakhir tanpa gol, tetapi bukan tanpa cerita besar. Dari 15 penyelamatan dalam 90 menit, Eloy Room memberi Curacao catatan bersejarah dan meninggalkan Ekuador dengan pekerjaan berat di laga terakhir Grup E.

BACA JUGA:  Gol Menit 89 Amad Diallo Antar Pantai Gading Kalahkan Ekuador di Piala Dunia 2026

Sulawesipos.com – Kiper Curacao, Eloy Room, mencatat penampilan bersejarah di Piala Dunia 2026 setelah membuat 15 penyelamatan saat menahan Ekuador 0-0 pada laga Grup E di Stadion Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026) pagi WITA.

Aksi Room membuat Curacao meraih poin pertama dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Hasil itu terasa penting karena Curacao datang sebagai debutan dan sebelumnya menelan kekalahan besar dari Jerman pada laga pembuka.

Ekuador tampil dominan dan melepaskan gelombang serangan sepanjang pertandingan. Namun, 15 tembakan tepat sasaran mereka gagal menjadi gol karena Room tampil konsisten sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan.

Room ubah tekanan Ekuador menjadi catatan sejarah

Berdasarkan laporan Kompas.com, Ekuador langsung mendapat peluang besar pada menit ketiga melalui Enner Valencia. Kapten Ekuador itu lolos dalam situasi satu lawan satu, tetapi tembakannya masih dapat digagalkan Room.

Setelah peluang itu, Ekuador terus menekan melalui John Yeboah, Gonzalo Plata, Enner Valencia, Moises Caicedo, Kevin Rodriguez, Willian Pacho, hingga Nilson Angulo. Namun, tidak satu pun upaya tersebut mampu menembus gawang Curacao.

BACA JUGA:  Livano Comenencia, Pemuda 22 Tahun yang Mengubah Sejarah Sepak Bola Curaçao

CNN Indonesia melaporkan Ekuador melepaskan 28 tembakan sepanjang 90 menit. Dari jumlah itu, 15 tembakan mengarah ke gawang dan seluruhnya berhasil diselamatkan Room.

Penampilan tersebut membuat Room menjadi sorotan karena Curacao sebelumnya kebobolan tujuh gol dari Jerman pada pertandingan pertama. Dalam rentang beberapa hari, ia berubah dari kiper yang banyak kebobolan menjadi pahlawan poin bersejarah.

Rekor penyelamatan terbanyak dalam waktu normal

CNN Indonesia mencatat 15 penyelamatan Room menjadi rekor penyelamatan terbanyak dalam waktu normal atau 90 menit pertandingan Piala Dunia. Catatan itu melewati Ramon Quiroga yang membuat 13 penyelamatan untuk Peru saat menghadapi Belanda pada Piala Dunia 1978.

Catatan Room masih berada di bawah rekor total satu pertandingan milik Tim Howard. Kiper Amerika Serikat itu mencatat 16 penyelamatan saat melawan Belgia pada Piala Dunia 2014, tetapi laga tersebut berjalan hingga babak tambahan.

Dengan demikian, capaian Room menonjol karena seluruh penyelamatannya terjadi dalam waktu normal. Performa tersebut menjadi salah satu cerita paling kuat dari Grup E Piala Dunia 2026.

BACA JUGA:  Curacao Raih Poin Bersejarah di Piala Dunia 2026, Tahan Ekuador Tanpa Gol

Media internasional juga menyoroti aksi Room sebagai salah satu penampilan kiper terbaik di turnamen. Al Jazeera menyebut Room menjadi tokoh utama ketika Curacao meraih poin pertama mereka di Piala Dunia.

Curacao pulang dengan poin, Ekuador tertahan

Hasil imbang 0-0 membuat Curacao menjaga peluang di Grup E meski masih harus bekerja keras pada laga berikutnya. Satu poin dari Ekuador memberi modal psikologis penting bagi tim debutan tersebut.

Sebaliknya, Ekuador kehilangan kesempatan meraih kemenangan pertama setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Pantai Gading. Dominasi permainan dan banyaknya peluang tidak cukup untuk mengubah hasil akhir di Kansas City.

Kompas.com menulis Ekuador membutuhkan poin penuh untuk melanjutkan kiprah di Piala Dunia 2026. Namun, seluruh upaya mereka terbentur penampilan Room yang menjadi tembok utama Curacao.

Pertandingan berakhir tanpa gol, tetapi bukan tanpa cerita besar. Dari 15 penyelamatan dalam 90 menit, Eloy Room memberi Curacao catatan bersejarah dan meninggalkan Ekuador dengan pekerjaan berat di laga terakhir Grup E.

BACA JUGA:  Viral! Timnas Curacao Naik Bus Sekolah Tua Jelang Piala Dunia 2026, Ternyata Sudah Jadi Tradisi

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru