Kategori: News

Kasus ISPA di Sulsel Tembus 70 Ribu Akibat Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat

SulawesiPos.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 70.239 warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang September 2026.

Kenaikan kasus ini dipicu oleh memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Sulsel.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulsel, Muhammad Yusri Yunus, membenarkan adanya peningkatan kasus tersebut seiring maraknya kabut asap sejak akhir September yang kian terasa pada awal Oktober 2026.

“Memang ada sedikit peningkatan terhadap kasus ISPA yang terjadi pada bulan September ini. Namun demikian, peningkatan kasus itu tidak ada yang menyebabkan kematian,” kata Yusri di Makassar, Kamis (15/10/2026).

Guna mengantisipasi lonjakan penderita yang lebih besar, Dinkes Sulsel meminta masyarakat untuk mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan.

“Kami ingatkan bahwa untuk bayi, balita, lansia, dan ibu hamil, kami mengimbau agar senantiasa melakukan upaya-upaya pencegahan dengan menggunakan masker atau tidak keluar bila tidak ada kepentingan yang sangat penting atau urgen,” tegas Yusri.

Memburuknya kondisi kesehatan warga sejalan dengan temuan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar yang mencatat kualitas udara di Sulsel telah masuk dalam kategori sangat tidak sehat dengan tingkat polutan mencapai 150,5 mikrogram per meter kubik.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Nurahmi Utami, menjelaskan bahwa kondisi ini diperparah oleh kebakaran hutan lokal seperti di Kabupaten Pangkep, ditambah asap kiriman dari Kalimantan dan Maluku akibat dorongan angin timur.

“Sampai saat ini update 14 Oktober 2026 itu naik menjadi sangat tidak sehat untuk wilayah Sulawesi sendiri,” ungkap Nurahmi.

BMKG juga belum dapat memastikan kapan kualitas udara di Sulsel akan kembali normal karena sangat bergantung pada keberadaan titik api dan datangnya musim hujan.

“Kami belum bisa memastikan, jadi selama masih ada karhutla di sekitar Indonesia, melihat dari arah anginnya itu masih berpotensi terjadi kabut asap dan bisa berkurang ketika sudah memasuki musim hujan,” jelas Nurahmi.

 

MN Abdurrahman

Bagikan
Diterbitkan oleh
MN Abdurrahman
Tag: BMKG Makassar Dinkes Sulsel ISPA kabut asap karhutla kualitas udara Sulawesi Selatan