Kategori: News

Peneliti Unhas Gandeng BKSDA Fakfak Lestarikan Burung Taon-Taon di Weri-Saharey

SulawesiPos.com – Tim-4 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin dan Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Fakfak menjajaki kerja sama konservasi Taon-taon atau Julang Papua (Rhyticeros plicatus) di Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Pertemuan pada Senin (12/10/2026) itu diarahkan pada penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk melindungi rangkong dan habitatnya sekaligus membuka peluang ekowisata berbasis masyarakat.

Ketua Tim-4 TEP Unhas Dr Ahmad Bahar ST MSi kepada SPos, Rabu (14/10/2026), menjelaskan, penjajakan tersebut mempertemukan Tim-4 TEP Unhas dengan Kepala Resor BKSDA Fakfak Isack B Samory di Kantor Resor BKSDA Fakfak. Komunikasi itu menjadi langkah awal membangun kolaborasi kelembagaan antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah.

Kerja sama yang dirancang tidak hanya menempatkan Julang Papua sebagai satwa yang perlu dilindungi, tetapi juga menghubungkan pelestarian habitat dengan pengembangan potensi kawasan transmigrasi.

Kepala Resor BKSDA Fakfak Isack B Samory menyampaikan dukungan terhadap kehadiran Tim-4 TEP Unhas dan inisiatif untuk mengembangkan burung khas Papua tersebut sebagai daya tarik ekowisata di Weri-Saharey.

“Kami sangat mendukung kehadiran Tim Ekspedisi Patriot di Weri-Saharey, Fakfak Timur, karena itu memang daerah penyangga konservasi Pegunungan Fakfak dan merupakan habitat Julang Papua atau rangkong,” ungkap Isack Samory.

Menurut pihak BKSDA, Distrik Fakfak Timur, termasuk Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey, memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga kawasan konservasi Pegunungan Fakfak. Keberadaan habitat Julang Papua di wilayah itu membuat perlindungan satwa liar dan kelestarian ekosistem menjadi perhatian bersama.

Kerja Sama Mengatur Pemantauan hingga Ekowisata

Pihak Resor BKSDA Fakfak mengapresiasi inisiatif Tim-4 TEP Unhas dalam membangun komunikasi dan mendorong kolaborasi konservasi. Dukungan itu diharapkan menjadi fondasi kerja sama perguruan tinggi dan instansi pemerintah untuk memperkuat pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan transmigrasi.

Menurut Ahmad Bahar, penjajakan tersebut diarahkan pada penyusunan PKS antara Tim-4 TEP Unhas dan pihak BKSDA. Rencana kerja sama itu mencakup identifikasi serta pemantauan habitat rangkong, edukasi dan sosialisasi konservasi kepada masyarakat, pelibatan masyarakat lokal dalam menjaga satwa liar dan lingkungan, serta pengembangan Julang Papua sebagai objek daya tarik ekowisata.

Identifikasi dan pemantauan habitat akan menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran mengenai keberadaan rangkong di kawasan Weri-Saharey. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi kegiatan edukasi, pengelolaan lingkungan, dan penyusunan program konservasi bersama.

Edukasi dan sosialisasi ditujukan agar masyarakat memahami pentingnya menjaga satwa liar beserta habitatnya. Sementara itu, pelibatan warga menempatkan masyarakat lokal sebagai bagian dari upaya perlindungan, bukan hanya sebagai penerima manfaat kegiatan ekowisata.

Rencana pengembangan ekowisata juga diarahkan untuk mengangkat keberadaan Julang Papua sebagai daya tarik kawasan. Dalam rancangan kolaborasi itu, pengembangan wisata berjalan bersamaan dengan perlindungan habitat dan edukasi konservasi.

Taon-taon dan Habitat yang Perlu Dijaga

Burung rangkong (Rhyticeros plicatus) dikenal masyarakat Papua dengan nama Taon-taon atau Julang Papua. Data Birds of the World mencatat subspesies Rhyticeros plicatus ruficollis tersebar di Maluku Utara dan Papua Barat, sehingga keberadaan habitat di Weri-Saharey berada dalam bentang sebaran penting satwa tersebut.

Julang Papua merupakan burung rangkong berukuran besar yang berasosiasi dengan kawasan hutan. Ketergantungan satwa terhadap habitat hutan membuat perlindungan kawasan menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaannya di alam.

Konteks konservasi itu memperkuat posisi Weri-Saharey sebagai kawasan yang tidak hanya memiliki agenda pembangunan transmigrasi, tetapi juga berada di sekitar bentang alam Pegunungan Fakfak yang memiliki kekayaan flora dan fauna.

TEP Sebelumnya Bangun Fondasi Wisata Weri-Saharey

Penjajakan dengan BKSDA melanjutkan rangkaian kerja TEP Unhas di Weri-Saharey. Pada 4-6 September 2026, Tim-4 TEP Unhas bersama Pemerintah Kampung Weri membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui pemetaan potensi wisata yang melibatkan pemuda dan tokoh masyarakat.

Pokdarwis Kampung Weri beranggotakan 20 orang dengan Jufri Ubay sebagai ketua. Setelah pembentukan, Tim-4 memberikan pelatihan mengenai pengelolaan desa wisata, pemasaran dan promosi digital, konservasi biodiversitas, pengembangan UMKM, serta pembukuan.

Tim-4 TEP Unhas juga menyiapkan modul pelatihan dan menyatakan komitmen melakukan pendampingan selama masa penugasan di kawasan Weri-Saharey. Rangkaian tersebut menjadi konteks awal bagi rencana pengembangan ekowisata yang kini hendak dihubungkan dengan kerja sama konservasi bersama BKSDA.

Selain penguatan kelembagaan wisata, program TEP Unhas di Weri-Saharey juga mencakup pengembangan ekonomi lokal. Pada 11 Oktober 2026, Bupati Fakfak dan Tim-16 TEP Unhas membahas revitalisasi Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam), uji pasar produk lokal, dan hilirisasi pala sebagai bagian dari penguatan ekonomi kampung.

Pada 10 Oktober 2026, Tim-20 TEP Unhas memetakan kebun pala warga secara digital dengan mencatat titik koordinat, mutu, produksi, pasokan, dan informasi pasar. Pemetaan itu diarahkan untuk mempertemukan petani dengan calon pembeli nasional hingga internasional.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Weri-Saharey berjalan melalui beberapa jalur yang saling terkait, yakni penguatan ekonomi kampung, pengelolaan wisata, pemanfaatan teknologi, dan konservasi keanekaragaman hayati.

Pembangunan Kawasan Berbasis Konservasi

Melalui inisiatif ini, Tim-4 TEP Unhas berupaya mendorong pengembangan Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Prinsip konservasi lingkungan juga diintegrasikan agar pengembangan kawasan tetap memperhatikan keberadaan satwa liar dan habitatnya. Kolaborasi dengan BKSDA diharapkan menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan transmigrasi yang berkelanjutan.

Penjajakan PKS antara Tim-4 TEP Unhas dan Resor BKSDA Fakfak selanjutnya menjadi dasar untuk merumuskan bentuk kegiatan, pembagian peran, pemantauan habitat, edukasi masyarakat, pelibatan warga, serta pengembangan daya tarik ekowisata Julang Papua di Weri-Saharey.*

Andi As

Bagikan
Diterbitkan oleh
Andi As
Tag: BKSDA Fakfak Ekowisata Papua Barat Julang Papua Taon-taon TEP Unhas Weri-Saharey