Kategori: News

Guru Besar ITB Prof Ismunandar Ramaikan Pilrek UNM

SulawesiPos.com — Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode mendatang kedatangan figur eksternal berrekam jejak nasional dan internasional. Mantan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Ristekdikti, Prof. Ismunandar, Ph.D., secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UNM, Jumat (9/10/2026).

Kedatangan Prof. Ismunandar di Kampus UNM Makassar sekaligus menjadikannya pendaftar ketujuh dalam bursa pencalonan Rektor UNM. Berkas pendaftarannya diserahkan secara langsung dan diterima oleh Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNM, Prof. Andi Muhammad Idkhan.

Enam calon sebelumnya telah mendaftar yaitu Dr. Arifin Manggau, Prof Eko Hadi Sujiono, Prof Andi Aslinda, Prof Sukardi Weda, Prof Suwardi Annas, dan Prof Hasmyati.

Akademisi ternama yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk UNESCO ini mengaku terkesan dengan penyambutan serta proses pendaftaran yang dilaluinya. Ia memuji profesionalisme panitia pemilihan UNM yang dinilainya sangat tertib dan menghargai marwah akademik.

“Ini pengalaman pendaftaran rektor yang sangat formal ya. Saya pernah, terus terang ya, ikut proses pendaftaran atau seleksi bakal calon rektor di tempat lain. Tetapi tidak se-apa, prosesinya formal sekali. Panitianya lengkap dan sangat hebatlah. Saya sangat merasa terhormat dengan prosesi ini,” ungkap Prof. Ismunandar kepada awak media usai pendaftaran.

Meski bukan merupakan alumni asli UNM, akademisi asal ITB ini memiliki ikatan emosional dan kekeluargaan yang kuat dengan Sulawesi Selatan. Ia menyebut Makassar sebagai tanah kelahiran keduanya karena sang istri merupakan orang Makassar, sementara mendiang ayah mertuanya pernah berkarier di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Kombinasi Pengalaman Akademik dan Diplomasi Global

Dari sisi latar belakang keilmuan, Prof. Ismunandar merupakan ilmuwan murni di bidang kimia. Ia menyelesaikan studi sarjananya di Kimia ITB sebelum langsung merampungkan program doktor di University of Sydney, Australia.

Kariernya membentang luas mulai dari lingkup internal kampus sebagai dosen, Pimpinan Jurusan, Pimpinan Fakultas, hingga Sekretaris LPPM di ITB. Selain itu, ia juga pernah memimpin SEAMEO QITEP in Science (Pusat Pendidikan Sains untuk guru-guru se-ASEAN).

Rekam jejaknya di birokrasi dan kementerian pun sangat matang. Ia pernah bertugas di KBRI Singapura dan KBRI Washington D.C., menjadi Tim Gubernur untuk Akselerasi Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta di era Gubernur Anies Baswedan, menjabat Dirjen Belmawa Ristekdikti, hingga berkontribusi di BRIN saat dipimpin Menteri Bambang Brodjonegoro. Puncaknya, ia diamanatkan sebagai Duta Besar RI untuk UNESCO di Paris, dan sekembalinya ke tanah air dipercaya sebagai Staf Ahli Menteri Kebudayaan.

“Semua ini seandainya dipercaya oleh komunitas dan civitas akademika UNM akan saya persembahkan untuk UNM. Dan mudah-mudahan membawa kemajuan bersama,” ujarnya.

Fokus pada Adu Gagasan dan Target PTN-BH

Prof. Ismunandar menyambut baik pemilihan rektor ini sebagai ajang kompetisi akademik yang demokratis. Ia berharap kontestasi ini berfokus pada adu gagasan, program, dan kompetensi demi kebaikan institusi ke depan.

Ia menilai UNM telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Ke depan, jika dipercaya memimpin, target utamanya adalah mendorong UNM untuk semakin unggul, mandiri, dan mampu bersaing secara global. Salah satu langkah strategis yang dibidik adalah meningkatkan status hukum perguruan tinggi.

“Status BLU saat ini mudah-mandahan dengan kerja keras kita bersama nantinya, dan juga dukungan dari pemerintah pusat tentu saja, bisa meningkat statusnya menjadi status perguruan tinggi yang lebih tinggi lagi ya. Harapannya menjadi PTN-BH dan seterusnya,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai strategi UNM agar mampu bersaing di kancah global, Prof. Ismunandar melihat fondasi tersebut sebenarnya sudah mulai terbangun di UNM.

“Untuk UNM bersaing global tentu saja, kalau saya baca dari laporan-laporan sebenarnya sudah ada beberapa. Jadi misalnya beberapa program studi sudah terakreditasi internasional, ada beberapa kerja sama-kerja sama riset internasional,” pungkasnya.

MN Abdurrahman

Bagikan
Diterbitkan oleh
MN Abdurrahman
Tag: Prof Ismunandar Pemilihan Rektor UNM berita makassar Universitas Negeri Makassar Kampus Rektor UNM