Muhaimin dan Maung | Akun Ig @cakiminow.
SulawesiPos.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar resmi memulai aktivitas kenegaraannya dengan menunggangi mobil dinas baru buatan dalam negeri. Momen bersejarah pergantian armada ke Maung MV3 Garuda Limousine ini dipamerkannya ke hadapan publik pada Senin (5/10/2026).
Kendaraan taktis berkelir putih produksi PT Pindad (Persero) tersebut kini menjadi tunggangan andalan sang menteri saat bertolak ke tempat kerja. Melalui akun media sosial pribadinya, tokoh yang akrab disapa Cak Imin ini membagikan rasa bangganya menggunakan produk murni rakitan lokal.
“Hari ini, untuk pertama kalinya saya berangkat bertugas dengan Maung Garuda, kendaraan dinas buatan PT Pindad,” tulis Cak Imin mengawali ceritanya di akun Instagram @cakiminow. Ia menilai pemanfaatan fasilitas kenegaraan ini menjadi sebuah bukti penting kalau Indonesia sungguh mampu merancang karya otomotif yang berkualitas.
“Dari kendaraan dinas, sampai UMKM di pasar desa, semangatnya sama: pakai karya sendiri, besarkan bangsa sendiri,” tambahnya dengan penuh semangat kebangsaan. Pernyataan tersebut ditutupnya dengan ucapan terima kasih secara khusus kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menginisiasi kebijakan strategis ini.
Kebijakan peralihan armada operasional bagi para anggota kabinet ini rupanya tidak hanya dirasakan oleh Muhaimin Iskandar seorang. Rekannya sesama menteri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, juga terpantau menumpangi mobil Maung serupa saat mendatangi Istana Negara hari ini.
Airlangga tampak sangat nyaman turun dari unit kendaraan gagah yang menggunakan pelat nomor RI 24 tersebut. “Sudah pakai Maung, baru hari ini,” kata Airlangga saat memberikan keterangan singkat kepada para wartawan yang mencegatnya.
Menurut penjelasan tokoh ekonomi tersebut, pendistribusian mobil ini sayangnya memang belum merata ke seluruh pejabat kementerian maupun lembaga negara. Fase awal penyaluran aset ini baru difokuskan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional jajaran menteri koordinator.
“Baru sebagian, baru Menko dulu,” tutur Airlangga merespons pertanyaan pewarta mengenai jangkauan distribusi fasilitas transportasi istimewa tersebut. Ia juga memperkirakan bahwa saat ini baru ada sekitar delapan belas unit mobil yang telah dialokasikan secara resmi oleh pemerintah.
Proses pengadaan kendaraan tangguh buatan anak bangsa ini dipastikan tidak menemui kendala finansial yang berarti sepanjang tahun berjalan. “Anggaran sudah beres,” tegas Airlangga dengan singkat guna menepis segala keraguan masyarakat soal kesiapan kas negara.
Meskipun urusan pendanaan telah dirampungkan sepenuhnya, kapasitas pengiriman armada dari pihak pabrikan memang diakui masih berjalan secara bertahap. “Pengadaannya kan sudah dilakukan tahun ini, jadi pengirimannya aja masih terbatas,” pungkasnya menjelaskan tantangan rantai logistik di lapangan. (*)