Categories: News

Pedagang Cipinang: Pasokan Beras Melimpah, Stok Toko di Atas 50 Ton

SulawesiPos.com – Pasokan beras melimpah di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, dengan stok rata-rata pedagang mencapai lebih dari 50 ton per toko. Kondisi itu disampaikan Anto, pemilik Toko Beras Idolaku di PIBC, seiring meningkatnya produksi dari sejumlah sentra pertanian.

Gambaran di tingkat pedagang tersebut, sebagaimana rilis dari Kementerian Pertanian, Sabtu (3/10/2026), sejalan dengan pemantauan pemerintah yang mencatat arus beras ke PIBC tetap berjalan dan stok pasar induk berada dalam kondisi aman.

Pasokan utama saat ini berasal dari Pulau Jawa, terutama ketika sentra seperti Indramayu memasuki musim panen.

Anto mengatakan jumlah stok yang berada di tokonya tidak jauh berbeda dari kondisi pedagang lain di kawasan PIBC. Ia menyebut ketersediaan beras saat ini relatif melimpah untuk kebutuhan perdagangan.

“Kalau di sini rata-rata sudah di atas 50 ton. Kalau yang lain mungkin tidak berbeda jauh,” ujar Anto.

Menurut Anto, beras yang masuk ke Toko Beras Idolaku mayoritas berasal dari sentra produksi di Pulau Jawa. Indramayu menjadi salah satu sumber utama ketika wilayah tersebut memasuki musim panen.

“Kalau ini dari Indramayu, ada dari yang panen saja. Tapi untuk hampir dua tahun ini beras dari Jawa saja,” katanya.

Pasokan Jawa Mendominasi Perdagangan

Arus pasokan dari Jawa membuat perdagangan beras di PIBC saat ini banyak ditopang sentra produksi di wilayah tersebut. Beras dari Indramayu, Jawa Barat, menjadi salah satu komoditas yang masuk ke pasar induk ketika panen berlangsung.

Anto mengatakan sumber pasokan dapat berubah ketika daerah di luar Jawa mulai memasuki musim panen. Pada periode tersebut, beras dari Sulawesi berpotensi masuk ke PIBC untuk memenuhi kebutuhan perdagangan.

“Kalau pas lagi panen, itu bisa dari Sulawesi,” ujarnya.

Perbedaan waktu panen antardaerah membuat pasokan ke pasar induk dapat berasal dari sentra yang berbeda. Pola tersebut terlihat dari pasokan yang saat ini didominasi Jawa dan berpeluang bertambah dari wilayah lain ketika musim panen tiba.

Kondisi di tingkat pedagang menunjukkan beras tidak hanya tersedia di jalur distribusi antardaerah, tetapi juga tersimpan dalam jumlah besar di toko-toko yang beraktivitas di PIBC.

Bapanas Catat Pasokan 1.500 Ton per Hari

Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada September 2026 mencatat rata-rata pasokan beras yang masuk ke PIBC berada di kisaran 1.500 ton per hari. Data tersebut melengkapi keterangan pedagang mengenai tingginya stok di tingkat toko.

Secara keseluruhan, stok beras di pasar induk tersebut masih berada dalam kondisi aman. PIBC menjadi salah satu pusat perdagangan yang dipantau untuk melihat arus pasokan dan ketersediaan beras di pasar.

Arus beras ke PIBC berasal dari sentra produksi yang memasuki masa panen dan kemudian disalurkan melalui jaringan perdagangan. Ketika pasokan dari satu wilayah menurun, daerah lain yang memasuki panen dapat menjadi sumber pengiriman berikutnya.

Keterangan pedagang dan data pasokan harian Bapanas menunjukkan kondisi stok di pasar induk dipengaruhi oleh produksi, musim panen, dan kelancaran distribusi dari daerah asal.

Produksi Padi dan Mitigasi El Nino

Ketersediaan pasokan di tingkat perdagangan tidak terlepas dari upaya pemerintah menjaga produksi serta mengantisipasi tantangan produksi, termasuk potensi dampak El Nino.

Kementerian Pertanian melakukan sejumlah langkah mitigasi melalui optimalisasi pompanisasi, pemetaan wilayah rawan kekeringan, serta penguatan produksi padi di berbagai sentra.

Pompanisasi diarahkan untuk membantu pengelolaan air di wilayah pertanian, terutama daerah yang berpotensi mengalami gangguan pasokan air akibat perubahan kondisi cuaca.

Pemetaan wilayah rawan kekeringan dilakukan sebagai bagian dari persiapan produksi agar intervensi dapat diarahkan ke daerah yang membutuhkan dukungan pengairan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kementerian Pertanian menunjukkan produksi beras Januari-April 2026 mencapai 14,03 juta ton. Produksi tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Peningkatan produksi dari berbagai sentra menjadi salah satu faktor yang mendukung pasokan beras ke pasar induk. Beras yang dihasilkan pada musim panen kemudian bergerak melalui jalur perdagangan menuju PIBC dan daerah tujuan lainnya.

Stok Pedagang Menjadi Gambaran Pasar

Dengan pasokan yang terus mengalir dari berbagai sentra, stok di tingkat pedagang menjadi salah satu gambaran mengenai ketersediaan beras dalam jalur perdagangan.

Di PIBC, Anto menyebut stok tokonya rata-rata berada di atas 50 ton. Keterangan itu diberikan setelah ia melihat kondisi pasokan yang masuk dan aktivitas perdagangan di pasar induk.

Pasokan tersebut mayoritas berasal dari Pulau Jawa dalam hampir dua tahun terakhir, dengan Indramayu menjadi salah satu sumber ketika panen berlangsung.

Sementara itu, beras dari Sulawesi berpotensi masuk ketika wilayah tersebut memasuki musim panen. Perubahan sumber pasokan tersebut mengikuti siklus produksi dan ketersediaan beras di daerah asal.

Kondisi stok di toko, pasokan rata-rata 1.500 ton per hari yang dicatat Bapanas, serta produksi beras Januari-April 2026 sebesar 14,03 juta ton menjadi bagian dari gambaran ketersediaan beras di PIBC.*

Andi As

Share
Published by
Andi As
Tags: Bapanas Stok Beras produksi beras 2026 Indramayu Pasokan Beras Cipinang PIBC