Categories: News

Jalur Barru Punya Medan Beragam, Ini yang Perlu Disiapkan Pengendara

SulawesiPos.com – Kabupaten Barru menjadi salah satu jalur penting bagi pengendara yang melakukan perjalanan antarkabupaten karena dilintasi langsung oleh Jalan Trans-Sulawesi yang menghubungkan Makassar dengan Parepare dan wilayah utara Sulawesi Selatan. Karakter jalan yang beragam di sepanjang jalur ini membuat sejumlah bagian kendaraan perlu diperhatikan sebelum dan selama perjalanan.

Jarak darat dari Makassar menuju Parepare melalui koridor pesisir Barru berkisar 133 hingga 150 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 40 menit hingga 4 jam menggunakan mobil pribadi, tergantung kepadatan lalu lintas.

Sebagian ruas jalan nasional Trans-Sulawesi di Barru sudah dalam kondisi baik, namun masih ada titik yang bergelombang dan berlubang akibat tingginya volume kendaraan logistik yang melintas.

Kondisi berbeda dijumpai di ruas Poros Barru-Soppeng yang melintasi perbukitan dengan tikungan tajam serta tanjakan dan turunan curam, dengan kerusakan di beberapa titik.

Segmen jalan Trans-Sulawesi di Barru, khususnya di Kecamatan Mallusetasi, juga memiliki lebar hingga 11 meter tanpa median pemisah fisik, sehingga rawan memicu tabrakan frontal saat kendaraan melaju kencang atau kurang konsentrasi saat menyalip.

Ban dan Rem Perlu Diperiksa Sebelum Berangkat

Tekanan angin ban perlu disesuaikan dengan spesifikasi pabrikan, sementara ketebalan tapak, retakan, atau benjolan pada dinding ban juga perlu dicek karena kondisi jalan yang tidak rata dan berlumpur di sejumlah titik Barru dapat meningkatkan risiko selip.

Ban serep juga perlu dipastikan dalam kondisi siap pakai sebagai bagian dari kesiapan menghadapi perjalanan antarkabupaten yang menempuh jarak cukup panjang serta melewati sejumlah ruas jalan dengan kondisi permukaan yang kurang stabil.

Sistem pengereman menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperiksa, mulai dari ketebalan kampas rem hingga level minyak rem, karena kombinasi turunan, tanjakan, dan jalan bergelombang membuat sistem pengereman bekerja lebih berat dari biasanya.

Pengendara disarankan menggunakan rem secara bijak sambil memanfaatkan engine brake saat melintasi jalur menurun di Poros Barru-Soppeng agar sistem pengereman tidak bekerja terlalu berat dalam waktu lama.

Cairan Kendaraan dan Bahan Bakar

Level dan kondisi oli mesin, coolant, serta minyak rem perlu diperiksa sebelum berangkat, mengingat perjalanan menuju Parepare melalui Barru dapat menempuh waktu hingga 4 jam dengan medan berbukit di sebagian rutenya.

Mengisi bahan bakar hingga cukup atau penuh sebelum memulai perjalanan juga perlu dilakukan mengingat jarak tempuh darat dari Makassar menuju Barru maupun Parepare tergolong panjang, yakni sekitar 98 hingga 150 kilometer.

Lampu, Wiper, dan Kesiapan Pengendara

Fungsi lampu utama, sein, rem, dan lampu kabut perlu dipastikan berjalan optimal, begitu pula kondisi karet wiper dan cairan wiper, sebagai bagian dari kesiapan kendaraan sebelum menempuh perjalanan jauh.

Selain kondisi kendaraan, kesiapan fisik pengendara turut perlu diperhatikan, terutama karena jalur Trans-Sulawesi di Barru yang lebar tanpa median pemisah menuntut konsentrasi penuh untuk menghindari tabrakan frontal.

Potensi tanah longsor di lereng Poros Barru-Soppeng turut menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai pengendara yang melintasi jalur perbukitan tersebut.

Istirahat berkala pada perjalanan panjang, idealnya setiap dua hingga tiga jam, juga disarankan untuk menghindari kelelahan yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalur dengan tuntutan kewaspadaan tinggi seperti Barru.

Avriel Parengkuan

Share
Published by
Avriel Parengkuan
Tags: Trans-Sulawesi otomotif Perjalanan Sulawesi Selatan Barru