Letjen TNI Lucky Avianto bersama jajaran TNI-Polri dan tokoh lokal saat memimpin operasi pembebasan sembilan perempuan yang disandera KKB di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. dok/ist
SulawesiPos.com – Upaya pencarian dan pembebasan sembilan perempuan yang dibawa paksa kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus dilakukan aparat gabungan TNI-Polri.
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto turun langsung memimpin misi kemanusiaan tersebut.
Operasi difokuskan untuk menemukan dan membebaskan sembilan warga yang hingga kini masih berada dalam penguasaan kelompok bersenjata.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Jila pada pertengahan Agustus 2026.
Para korban disebut dibawa menuju kawasan hutan setelah terjadi serangkaian aksi kekerasan di daerah tersebut.
Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto memastikan pencarian masih terus dilakukan.
Ia mengatakan aparat berupaya agar seluruh korban dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.
“Kami terus berupaya mencari agar dapat memulangkan mereka dan kembali ke tengah keluarganya.”
Pernyataan tersebut disampaikan Vivin terkait proses pencarian sembilan perempuan yang hingga kini belum ditemukan.
Lucky Avianto menegaskan bahwa keselamatan warga sipil menjadi prioritas dalam operasi tersebut.
Pasukan Satgas TNI terus dikerahkan untuk mencari keberadaan para korban sekaligus mengejar kelompok yang diduga membawa mereka.
“Saat ini, Pasukan Satgas TNI terus berupaya mencari dan membebaskan warga yang menjadi korban penculikan,” ujar Lucky, seperti dikutip dari keterangan yang diberitakan pada Minggu (23/8/2026).
Lucky juga mengingatkan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan penculikan terhadap anak-anak maupun warga sipil yang tidak berdaya.
Dalam pelaksanaan operasi, aparat menghadapi kondisi geografis Jila yang sulit dijangkau.
Pencarian dilakukan dengan memperhatikan medan hutan dan wilayah pelosok yang menjadi lokasi dugaan keberadaan kelompok bersenjata.
Brigjen TNI Vivin Alivianto menyebut kelompok yang diduga membawa para warga sipil tersebut berasal dari kelompok KKB Kodap III Ndugama.
Menurut Vivin, lokasi kelompok tersebut diperkirakan berada pada jarak sekitar dua hari perjalanan kaki dari wilayah kejadian.
Namun, proses pencarian masih berlangsung sehingga informasi mengenai posisi pasti para korban maupun kelompok yang membawa mereka dapat berubah mengikuti perkembangan operasi di lapangan.
Dampak kejadian juga dirasakan masyarakat yang tinggal di sekitar Distrik Jila.
Rasa takut membuat sebagian warga tidak berani beraktivitas seperti biasa, termasuk pergi ke kebun untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Kondisi tersebut mendorong Kogabwilhan III menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Sebanyak dua ton bahan makanan dikirim untuk membantu sekitar 500 warga dari sembilan kampung di Distrik Jila.
Bantuan tersebut dikirim menggunakan dua helikopter TNI Angkatan Udara karena kondisi wilayah dan situasi keamanan menyulitkan distribusi melalui jalur darat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan kemanusiaan di tengah operasi pencarian para korban.
Hingga Senin (24/8/2026), pencarian terhadap sembilan perempuan tersebut masih berlangsung.
Aparat terus berupaya mempersempit lokasi keberadaan korban sekaligus memastikan proses pembebasan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga sipil.
Kogabwilhan III juga meminta dukungan dan doa masyarakat Indonesia agar misi kemanusiaan tersebut berjalan lancar.
Untuk sementara, prioritas operasi adalah menemukan dan membawa sembilan perempuan tersebut kembali kepada keluarganya, sementara aparat juga terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga berada di balik aksi penculikan tersebut.