FIA Terapkan URBANFILTER untuk Saring Mikroplastik di Sirkuit Formula 1 Zandvoort

SulawesiPos.com – Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) akan menerapkan konsep URBANFILTER di Sirkuit Zandvoort, Belanda, saat Grand Prix Belanda Formula 1, sebagai penerapan pertama teknologi tersebut di motorsport level tertinggi. Teknologi yang didukung Audi Environmental Foundation itu dirancang untuk menyaring partikel mikroskopis dari keausan ban, debu rem, mikroplastik, dan polutan lain sebelum masuk ke siklus air.

Penerapan tersebut menjadi penggunaan pertama URBANFILTER oleh FIA di sebuah lintasan balap, setelah konsep penyaringan tersebut dikembangkan untuk mengurangi pencemaran dari berbagai partikel yang menumpuk di permukaan jalan.

Audi Environmental Foundation telah mendukung pengembangan filter pintar untuk saluran drainase jalan sejak September 2020 bersama para ilmuwan dari Technical University of Berlin dan sejumlah mitra lainnya.

Konsep URBANFILTER dikembangkan dengan dukungan GKD sebagai ahli filtrasi dan ARIS sebagai spesialis air hujan, serta telah menjalani pengujian laboratorium dan pengujian di lapangan.

URBANFILTER Saring Partikel dari Permukaan Jalan

Menurut Audi, URBANFILTER dirancang untuk menyaring sebanyak mungkin kontaminan yang berada di permukaan jalan sebelum partikel tersebut terbawa air hujan atau angin dan masuk ke siklus air.

BACA JUGA:  Mercedes Ungkap Mobil F1 2026 W17, Siap Hadapi Era Regulasi Baru

Kontaminan yang menjadi sasaran teknologi tersebut mencakup partikel keausan ban, debu rem, mikroplastik, serta berbagai polutan lain yang dapat terakumulasi di permukaan jalan.

Sistem tersebut menggunakan filter yang dipasang pada saluran drainase jalan sehingga partikel yang terbawa menuju saluran dapat ditahan sebelum mencapai lingkungan perairan.

Audi menyebut URBANFILTER telah diuji di sejumlah kota besar seperti Berlin dan Kopenhagen, serta pada lintasan wet-handling ADAC dan sebuah ruas jalan yang berkelok.

Dalam pengujian terbaru di Sirkuit Zandvoort, tingkat retensi hingga 99 persen berhasil dicapai, dengan hasil yang bergantung pada intensitas hujan dan karakteristik partikel yang disaring.

Penerapan di Zandvoort kemudian menjadi kesempatan untuk menggunakan konsep tersebut dalam lingkungan motorsport setelah sebelumnya menjalani berbagai pengujian di lingkungan perkotaan dan fasilitas pengujian.

Audi Environmental Foundation Dorong Penerapan di Motorsport

Sven Veit, Managing Director Audi Environmental Foundation, mengatakan FIA memberikan isu tersebut panggung global sekaligus tempat pengujian dalam kondisi ekstrem melalui keterlibatannya di Formula 1.

BACA JUGA:  Strategi Siluman McLaren: MCL40 Muncul dengan Livery Monokrom untuk Uji Coba 2026

“We are proud that the FIA is providing this important issue with a global stage and a testing ground under extreme conditions through its involvement in Formula 1,” kata Sven Veit dalam media release Audi pada 21 Agustus 2026.

Sven Veit juga menyebut penerapan URBANFILTER di sirkuit Formula 1 menunjukkan bagaimana inovasi yang awalnya dikembangkan untuk lingkungan perkotaan dapat diperluas dan diterapkan di tempat lain.

SulawesiPos.com – Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) akan menerapkan konsep URBANFILTER di Sirkuit Zandvoort, Belanda, saat Grand Prix Belanda Formula 1, sebagai penerapan pertama teknologi tersebut di motorsport level tertinggi. Teknologi yang didukung Audi Environmental Foundation itu dirancang untuk menyaring partikel mikroskopis dari keausan ban, debu rem, mikroplastik, dan polutan lain sebelum masuk ke siklus air.

Penerapan tersebut menjadi penggunaan pertama URBANFILTER oleh FIA di sebuah lintasan balap, setelah konsep penyaringan tersebut dikembangkan untuk mengurangi pencemaran dari berbagai partikel yang menumpuk di permukaan jalan.

Audi Environmental Foundation telah mendukung pengembangan filter pintar untuk saluran drainase jalan sejak September 2020 bersama para ilmuwan dari Technical University of Berlin dan sejumlah mitra lainnya.

Konsep URBANFILTER dikembangkan dengan dukungan GKD sebagai ahli filtrasi dan ARIS sebagai spesialis air hujan, serta telah menjalani pengujian laboratorium dan pengujian di lapangan.

URBANFILTER Saring Partikel dari Permukaan Jalan

Menurut Audi, URBANFILTER dirancang untuk menyaring sebanyak mungkin kontaminan yang berada di permukaan jalan sebelum partikel tersebut terbawa air hujan atau angin dan masuk ke siklus air.

BACA JUGA:  Strategi Siluman McLaren: MCL40 Muncul dengan Livery Monokrom untuk Uji Coba 2026

Kontaminan yang menjadi sasaran teknologi tersebut mencakup partikel keausan ban, debu rem, mikroplastik, serta berbagai polutan lain yang dapat terakumulasi di permukaan jalan.

Sistem tersebut menggunakan filter yang dipasang pada saluran drainase jalan sehingga partikel yang terbawa menuju saluran dapat ditahan sebelum mencapai lingkungan perairan.

Audi menyebut URBANFILTER telah diuji di sejumlah kota besar seperti Berlin dan Kopenhagen, serta pada lintasan wet-handling ADAC dan sebuah ruas jalan yang berkelok.

Dalam pengujian terbaru di Sirkuit Zandvoort, tingkat retensi hingga 99 persen berhasil dicapai, dengan hasil yang bergantung pada intensitas hujan dan karakteristik partikel yang disaring.

Penerapan di Zandvoort kemudian menjadi kesempatan untuk menggunakan konsep tersebut dalam lingkungan motorsport setelah sebelumnya menjalani berbagai pengujian di lingkungan perkotaan dan fasilitas pengujian.

Audi Environmental Foundation Dorong Penerapan di Motorsport

Sven Veit, Managing Director Audi Environmental Foundation, mengatakan FIA memberikan isu tersebut panggung global sekaligus tempat pengujian dalam kondisi ekstrem melalui keterlibatannya di Formula 1.

BACA JUGA:  Lando Norris Juarai GP Hungaria 2026, McLaren Akhiri Penantian Kemenangan Musim Ini

“We are proud that the FIA is providing this important issue with a global stage and a testing ground under extreme conditions through its involvement in Formula 1,” kata Sven Veit dalam media release Audi pada 21 Agustus 2026.

Sven Veit juga menyebut penerapan URBANFILTER di sirkuit Formula 1 menunjukkan bagaimana inovasi yang awalnya dikembangkan untuk lingkungan perkotaan dapat diperluas dan diterapkan di tempat lain.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru