Tampilan isi goodie bag tamu Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, yang memuat buku Presiden Solusi, buku kerja pemerintahan, tumbler, kaos, handuk, serta permainan tradisional seperti kelereng dan karet gelang. dok/ist
SulawesiPos.com – Goodie bag atau bingkisan kain merah putih yang dibagikan kepada tamu Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026, tak hanya berisi perlengkapan umum, tetapi juga permainan tradisional seperti kelereng dan karet gelang.
Di dalam paket suvenir itu, tamu juga mendapatkan buku bertajuk Presiden Solusi, buku Kerja Presiden Prabowo & Kabinet Merah Putih, notebook, tumbler, kaos, topi, kipas, pouch, dan handuk.
Isi bingkisan itu menarik perhatian karena memperlihatkan upaya panitia memadukan suvenir peringatan kemerdekaan dengan pesan budaya.
Selain tas utama, sebagian tamu juga menerima tas berbahan karung goni yang dipakai untuk membawa konsumsi selama mengikuti upacara di kompleks Istana.
Pantauan di lokasi memperlihatkan tas suvenir putih dipakai untuk menampung barang-barang cendera mata, sedangkan tas cokelat berbahan goni dipakai untuk makanan dan minuman.
Paket itu dibagikan kepada tamu undangan yang hadir langsung dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan permainan tradisional sengaja dimasukkan ke dalam goodie bag untuk mengingatkan kembali publik pada budaya yang pernah lekat dalam keseharian masyarakat Indonesia.
“Maknanya sebenarnya supaya kita ada mengingat juga hal-hal yang menjadi tradisi-tradisi kita selama ini, menjadi budaya-budaya kita,” kata Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
Menurut dia, pilihan isi bingkisan itu selaras dengan konsep umum perayaan HUT ke-81 RI yang sejak awal dirancang lebih banyak menampilkan unsur budaya dan kesenian Indonesia.
Karena itu, permainan sederhana seperti kelereng dan karet gelang tidak ditempatkan sekadar sebagai pelengkap, melainkan sebagai simbol yang mudah dikenali lintas generasi.
“Memang sejak awal kami selaku Ketua Panitia Perayaan HUT tingkat pusat, bersama dengan ketua panitia kita mengonsep acara peringatan itu dengan lebih banyak menampilkan budaya-budaya dan kesenian-kesenian yang kita miliki,” lanjutnya.
Sejumlah tamu undangan mengaku antusias menerima bingkisan tersebut, terutama karena isinya tidak hanya fungsional tetapi juga terasa tematik dengan perayaan kemerdekaan.
Buku, pakaian, dan tumbler bisa langsung digunakan, sementara permainan tradisional memberi kesan nostalgia yang kuat.
Kehadiran buku Presiden Solusi dan buku Kerja Presiden Prabowo & Kabinet Merah Putih juga membuat bingkisan ini berbeda dari suvenir upacara pada tahun-tahun sebelumnya.
Paket itu tidak hanya memuat barang konsumtif, tetapi juga materi bacaan yang menonjolkan narasi pemerintahan dan peringatan kebangsaan.
Di tengah banyaknya sorotan pada pelaksanaan upacara di Istana, goodie bag ini ikut menjadi detail yang ramai dibicarakan karena memperlihatkan cara panitia meramu suvenir resmi dengan simbol budaya populer yang akrab di masyarakat.