SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto mengundang warga dari berbagai profesi untuk hadir langsung dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. Undangan tersebut disambut haru oleh guru, nelayan, petani, buruh hingga penjaga kedai kopi yang tak pernah membayangkan bisa mengikuti upacara kenegaraan di Istana.
Kisah para penerima undangan itu dibagikan melalui unggahan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI menjelang pelaksanaan upacara. Mereka datang dari latar belakang pekerjaan dan daerah yang berbeda, tetapi memiliki pengalaman yang sama: mendapat kesempatan menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan secara langsung di Istana.
Guru dari Pulau Sabira Tak Menyangka Bisa ke Istana
Salah satu warga yang mendapat undangan adalah Welni Agnes, guru di SMPN 1 Atap Dua, Pulau Sabira.
Kesempatan tersebut terasa semakin istimewa karena Welni sebelumnya pernah mencoba mendaftar untuk menghadiri upacara di Istana pada tahun lalu, tetapi belum berhasil.
“Tahun lalu saya sempat mencoba mendaftar, tetapi belum berhasil. Tahun ini saya akhirnya mendapat kesempatan untuk hadir di Istana,” ujar Welni Agnes, guru SMPN 1 Atap Dua, Pulau Sabira.
Kini, keinginannya untuk menyaksikan langsung upacara kemerdekaan di Istana akhirnya terwujud.
Nelayan Kepulauan Seribu Dapat Pengalaman Berharga
Kisah serupa datang dari Ali Kurniawan dan Najib, nelayan asal Kepulauan Seribu.
Bagi Najib, undangan tersebut menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan seorang nelayan dari pulau bisa mendapat kesempatan hadir langsung dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka.
Sementara Ali Kurniawan sudah membayangkan pengalaman tersebut akan menjadi cerita untuk keluarganya.
“Saya akan membawa cerita ini pulang dan menceritakannya kepada anak-anak saya. Ini menjadi kenangan yang sangat berarti bagi keluarga kami,” kata Ali Kurniawan.
Baginya, kesempatan hadir di Istana bukan hanya menjadi pengalaman pribadi, tetapi juga kenangan yang suatu hari dapat diceritakan kepada anak-anaknya.
Petani Karawang Terharu Terima Undangan
Dari Karawang, ada Darim Juanda, petani yang telah menjalani profesinya selama 14 tahun.
Darim mengaku terharu sekaligus tidak menyangka ketika menerima surat undangan untuk mengikuti upacara di Istana.
“Saya sangat terharu dan tidak menyangka bisa mendapatkan undangan untuk mengikuti upacara di Istana Merdeka. Ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya,” kata Darim Juanda, petani asal Karawang.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kesempatan tersebut.
Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat dan sektor pertanian diharapkan terus ditingkatkan.
Buruh Jakarta Timur Anggap Undangan Sebagai Hadiah
Bambang Edi Nurudin, seorang buruh dari Jakarta Timur, juga merasakan kebahagiaan yang sama.
Kesempatan mengikuti upacara di Istana dianggapnya sebagai hadiah besar dalam perjalanan hidupnya.
Pengalaman tersebut bahkan ingin dibagikan kepada istri dan anak-anaknya setelah ia kembali dari Istana.
“Rasanya seperti mendapat hadiah besar dalam hidup saya. Saya ingin menceritakan pengalaman ini kepada istri dan anak-anak,” kata Bambang Edi Nurudin, buruh asal Jakarta Timur.
Penjaga Kedai Kopi Takut Tidak Bisa Tidur
Ada pula Wasuri, penjaga kedai kopi 24 jam yang berada di sekitar kawasan pusat pemerintahan.
Bagi Wasuri, undangan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di lingkungan Istana Kepresidenan.
Saking senangnya, ia mengaku sampai merasa takut tidak bisa tidur menjelang mengikuti upacara.
“Saya sangat senang bisa pertama kali menginjakkan kaki di Istana Kepresidenan. Sampai takut tidak bisa tidur karena terlalu senang,” ujar Wasuri, penjaga kedai kopi 24 jam.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang jauh berbeda dari rutinitasnya sehari-hari menjaga kedai kopi.
Warga Biasa Dapat Tempat di Upacara Kemerdekaan
Kehadiran warga dari berbagai profesi tersebut memperlihatkan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka tidak hanya menjadi ruang bagi pejabat negara maupun tamu kenegaraan.
Guru dari Pulau Sabira, nelayan Kepulauan Seribu, petani Karawang, buruh Jakarta Timur hingga penjaga kedai kopi mendapat kesempatan untuk hadir dan menyaksikan langsung momentum bersejarah tersebut.
Bagi mereka, undangan ke Istana bukan sekadar menghadiri sebuah upacara.
Masing-masing membawa cerita tentang perjuangan, pekerjaan dan kehidupan sehari-hari yang akhirnya mengantarkan mereka menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan di pusat pemerintahan.
Kisah tersebut sekaligus memberi warna tersendiri pada peringatan HUT ke-81 RI.
Di balik seremoni kenegaraan, ada masyarakat dari berbagai lapisan yang mendapat pengalaman istimewa dan membawa pulang cerita tentang kemerdekaan untuk keluarga serta lingkungan mereka.

