Nissan Formula E Team saat berlaga di ajang Formula E. Foto: Nissan Formula E Team
SulawesiPos.com – Nissan Formula E Team akan menghadapi London E-Prix pada putaran ke-16 dan ke-17 ABB FIA Formula E World Championship 2025/26 sebagai seri penutup musim.
London E-Prix juga menjadi balapan terakhir era GEN3 Formula E, sekaligus menutup salah satu periode paling kompetitif dalam sejarah kejuaraan tersebut.
Oliver Rowland masih memiliki peluang mempertahankan gelar juara dunia setelah berada di posisi keempat klasemen pembalap dengan selisih 14 poin dari pemimpin kejuaraan.
Pembalap asal Inggris tersebut datang ke London setelah mencatat dua hasil finis yang menghasilkan poin pada balapan kandang Nissan Formula E Team di Tokyo.
Sementara itu, rekan setimnya, Norman Nato, akan berupaya melanjutkan performa positif setelah finis keenam pada balapan Minggu di Jepang dan mengamankan poin bagi tim.
Sirkuit London menjadi tantangan tersendiri bagi Nissan Formula E Team, meskipun kedua pembalap memiliki pengalaman positif ketika berlomba di sekitar ExCeL Centre dan Royal Victoria Dock.
Rowland berhasil meraih kemenangan di sirkuit tersebut pada 2024, sedangkan Nato mencetak poin dalam tiga kunjungan terakhirnya ke London.
London E-Prix kembali masuk kalender Formula E sejak musim kedelapan dan dikenal karena karakter lintasannya yang menggunakan kombinasi bagian dalam serta luar ruangan.
Ajang tersebut juga menjadi lokasi penutup musim selama era GEN3, sehingga dua balapan di London akan menentukan akhir persaingan kejuaraan musim 2025/26.
ExCeL London Circuit memiliki panjang 2,09 kilometer dan menjadi lintasan terpendek sekaligus salah satu yang paling sempit dalam kalender Formula E musim ke-12.
Lintasan dimulai dari dalam area pusat pameran sebelum membawa pembalap menuju bagian luar, dengan peluang menyalip yang terbatas hingga menuju Tikungan 10 dan Tikungan 16.
Setelah melewati Tikungan 16, lintasan kembali memasuki area dalam ruangan dengan perubahan karakter permukaan yang menjadi tantangan bagi tim dan pembalap.
Rowland menyebut lintasan London memiliki grip rendah serta permukaan yang bergelombang, meskipun karakter tersebut membuat sesi kualifikasi menarik untuk mendorong mobil hingga batas kemampuan.
Sam Bird selaku reserve and development driver Nissan Formula E Team juga menjelaskan adanya perbedaan karakter permukaan antara bagian dalam dan luar lintasan.
Menurut Bird, bagian dalam memiliki permukaan yang lebih halus dengan grip tinggi, sedangkan bagian luar berubah menjadi lebih bergelombang dan memiliki grip rendah.
Rangkaian seri penutup musim dimulai melalui sesi Free Practice 1 pada Jumat pukul 16.00 waktu setempat atau UTC+1.
Sesi kualifikasi untuk balapan Sabtu dan Minggu dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.40 waktu setempat, sedangkan kedua balapan dimulai pukul 15.05.
Balapan pertama akan menggunakan format dengan kewajiban Pit Boost, sementara balapan kedua pada Minggu mengikuti format tradisional Formula E.
Perbedaan format tersebut menghadirkan tantangan berbeda bagi Nissan Formula E Team dalam menyelesaikan dua balapan terakhir musim 2025/26.
Managing Director sekaligus Team Principal Nissan Formula E Team, Tommaso Volpe, mengatakan tim datang ke seri terakhir dengan peluang memperjuangkan gelar dunia kedua secara beruntun bersama Rowland.
Menurut Volpe, musim ke-12 berlangsung dengan berbagai hasil yang naik turun, tetapi kerja seluruh anggota tim membuat Nissan tetap berada dalam persaingan hingga seri terakhir.
Volpe juga menilai London menjadi balapan istimewa bagi Nissan karena Inggris merupakan pasar penting perusahaan dan seri penutup berlangsung di hadapan penggemar serta mitra mereka.
“London is always a special event for us. The UK is a very important market for Nissan, and racing in front of our fans and partners at the season finale makes it even more significant,” ujar Volpe.
Norman Nato menilai London merupakan sirkuit yang menyenangkan sekaligus menantang karena peluang menyalip terbatas, sehingga hasil kualifikasi akan memiliki peran penting.
Nato juga menyebut karakter lintasan yang sebagian berada di dalam ruangan membuat London menjadi salah satu sirkuit yang unik dalam kalender Formula E.
Sementara itu, Bird menilai karakter lintasan yang sempit membuat posisi start menjadi faktor penting untuk mendapatkan peluang meraih poin kuat.
Dengan dua balapan tersisa, Nissan Formula E Team akan berupaya menutup era GEN3 sekaligus mempertahankan peluang Rowland dalam perebutan gelar juara dunia pembalap hingga akhir musim.