Gedung Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), di Jalan AP Pettarani, Makassar
SulawesiPos.com – Bursa calon Rektor Universitas Negeri Makassar atau UNM periode 2026-2030 mulai menghangat setelah tahapan pemilihan resmi berjalan dan sejumlah nama menyatakan kesiapan maju.
Di antara figur yang sudah terbuka menyatakan siap bertarung ialah Guru Besar Psikologi UNM Prof Dr Muhammad Jufri dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM Dr Arifin Manggau.
Jufri menyampaikan kesiapannya untuk mendaftar sebagai calon rektor saat ditemui di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa, 11 Agustus 2026.
“Insya Allah siap meramaikan dan mendaftar sebagai calon rektor UNM Makassar ini. Kita sedang menunggu jadwal dan tahapan resmi dari panitia pemilihan rektor,” ujar Jufri.
Saat ini, Jufri menjabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sulawesi Selatan dan tetap berstatus dosen aktif di UNM.
Sebelumnya, Arifin Manggau juga telah lebih dulu menyatakan kesiapan ikut berkompetisi dalam pemilihan rektor kampus tersebut.
“Sebagai alumni dan memiliki pengalaman birokrasi, saya siap maju dan bersaing sebagai calon rektor UNM Makassar periode 2026-2030,” kata Arifin.
Selain dua nama itu, bursa bakal calon juga diisi sejumlah akademisi lain dari internal UNM.
Mereka antara lain Prof Dr Andi Aslinda yang kini menjabat Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Dr Hasmyati yang merupakan mantan Dekan FIKK, Prof Suwardi Anas selaku Dekan FMIPA, Prof Eko Hadi Sujiono dari FMIPA, serta Prof Dr Sukardi Weda dari Fakultas Bahasa dan Sastra.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNM, Prof Andi Muhammad Idkhan, mengatakan rangkaian tahapan sudah disusun mulai dari sosialisasi kepada dosen yang memenuhi syarat.
Setelah itu, proses akan berlanjut ke masa pendaftaran, penetapan calon, pemaparan visi dan misi, hingga pemungutan suara.
Pelaksana Tugas Rektor UNM, Prof Farida Patittingi, juga mendorong guru besar dan dosen yang memenuhi kualifikasi untuk ikut berpartisipasi dalam proses pemilihan tersebut.
“Silakan guru-guru besar dan dosen UNM untuk maju dan bersaing secara sehat dalam pemilihan rektor kali ini,” tutur Farida.
Dimulainya tahapan resmi pemilihan rektor membuat dinamika suksesi kepemimpinan di salah satu kampus negeri terbesar di Makassar itu diperkirakan kian terbuka dalam beberapa waktu ke depan.