Unggahan Ustaz Das'ad Latif mengecam keras promosi brand miras Newport yang menukar hafalan ayat Al-Qur'an dengan miras. dok/@dasadlatif1212
SulawesiPos.com – Polisi telah menangkap dua orang dalam perkara challenge hafalan Al-Qur’an berhadiah minuman keras saat konser The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara. Kasus yang viral dan menuai kecaman itu kini terus didalami, termasuk peran penyelenggara acara, pemilik brand minuman, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Pelaku penistaan saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara,” kata Plh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Oki Waskito kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).
Dua orang yang sudah diamankan itu adalah perempuan berinisial R dan laki-laki berinisial E, tetapi polisi belum memerinci peran masing-masing dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menduga tantangan hafalan Al-Qur’an itu muncul secara spontan dari seorang pengunjung yang mengambil mikrofon di lokasi acara.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil penyelidikan kami, yang bersangkutan diduga merupakan pengunjung yang datang. Pengunjung tersebut kemudian mengambil mikrofon dan secara spontan melakukan challenge. Namun aspek hukumnya masih akan kami dalami melalui pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.
Penyidik juga telah meminta keterangan dari pihak manajemen, penyelenggara kegiatan, pemilik merek minuman, serta sejumlah pengunjung yang mengetahui kejadian itu. Polisi turut mengecek lokasi kegiatan di Ecopark, Ancol.
“Dengan atau tanpa adanya tekanan, kami sudah proaktif melakukan upaya penyelidikan. Apabila dari berita acara pemeriksaan para saksi dan temuan penyelidikan ditemukan unsur tindak pidana, tentunya kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas,” ujar Iman.
Polisi menyebut pelaku berpotensi dijerat Pasal 300 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, tetapi penerapan pasal masih menunggu hasil pemeriksaan dan alat bukti yang dikumpulkan.
Selain dua orang yang sudah ditangkap, polisi juga membuka kemungkinan adanya pelaku lain yang ikut terlibat dalam perkara tersebut.
“Tidak menutup kemungkinan untuk merembet ke pihak lain,” kata Oki.
Hingga kini, polisi menyebut sudah ada enam orang yang diperiksa dan penyidik juga telah menyita dua barang bukti autentik elektronik yang mengarah pada pembuktian dugaan penistaan agama.
Penyelenggara The Sounds Project telah menyatakan mengecam insiden itu dan menegaskan aksi tersebut bukan bagian dari arahan maupun persetujuan acara.
Sementara Newport juga menyampaikan permohonan maaf dan menyebut aktivitas itu bukan program promosi yang direncanakan, melainkan muncul spontan di lapangan.