Kobaran api membesar di kawasan permukiman padat Jalan Kandea 3, Makassar, saat petugas damkar berupaya menjangkau titik kebakaran pada Senin malam, 10 Agustus 2026.
SulawesiPos.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar mencatat 177 kasus kebakaran sejak Januari 2026 ketika musim kemarau panjang membuat vegetasi dan material rumah semi permanen makin kering sehingga risiko kebakaran di Makassar ikut melonjak pada Selasa (11/8/2026).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar Fadli Wellang mengatakan lonjakan itu tampak terutama pada kebakaran sampah dan alang-alang yang makin sering terjadi saat cuaca sangat terik.
“Ketika kita memasuki musim kering seperti ini, memang kasus kebakaran itu semakin meningkat, kebakaran sampah dan alang-alang. Dan ini juga tidak bisa kita anggap enteng karena ada beberapa kasus yang kebakaran ini yang disebabkan karena terbakarnya sampah ya,” jelas Fadli.
Fadli menjelaskan pemicu kecil seperti korsleting listrik, kebocoran tabung gas, hingga penggunaan obat nyamuk bisa cepat membesar menjadi kebakaran saat kondisi sekitar sangat kering.
Ia menambahkan tren kebakaran saat ini tidak hanya datang dari bangunan, tetapi juga dari sampah dan lahan alang-alang yang lebih mudah terbakar pada puncak kemarau.
Damkar Makassar juga menghadapi hambatan saat armada harus masuk ke kawasan padat penduduk di wilayah utara, selatan, dan timur kota yang jalannya sempit serta kerap dipenuhi warga yang menonton kejadian.
Menurut Fadli, kondisi itu sering memperlambat response time petugas ketika harus segera mencapai titik api.
Di sisi lain, kekeringan ikut menekan pasokan air baku sehingga petugas tidak selalu bisa bergantung pada suplai PDAM saat proses pemadaman berlangsung.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Damkar memanfaatkan sumber air alternatif seperti anak Sungai Tallo dan danau buatan di sekitar kawasan pergudangan agar pemadaman tidak terhenti di tengah operasi.
Fadli mengatakan Damkar Makassar kini menyiagakan personel dan armada di tujuh posko operasional, yakni markas komando utama di Jalan Dr Ratulangi dan enam posko wilayah yang masing-masing didukung empat sampai lima unit armada pemadam serta tim rescue.
Damkar juga mengingatkan warga agar tidak menumpuk colokan listrik pada satu stop kontak, segera mengganti kabel usang, dan menghindari pembakaran sampah liar selama musim kemarau masih berlangsung.
Warga Makassar yang menemukan titik api atau keadaan darurat diminta segera menghubungi call center Pemerintah Kota Makassar di 112 atau saluran siaga Damkar di nomor 0811 410 113.