Engineer memvalidasi sistem elektronik kendaraan menggunakan wire-car test bench di NOVA Lab. Foto: Hyundai Motor
SulawesiPos.com – Hyundai Motor dan Kia menggunakan NOVA Lab di Namyang Research and Development (R&D) Center untuk memvalidasi arsitektur kelistrikan dan elektronik kendaraan sebelum prototipe fisik dirakit, menurut laporan Hyundai Motor yang diterbitkan pada 7 Agustus 2026.
Menurut Hyundai Motor dan Kia, fasilitas tersebut menggunakan wire-car test bench untuk menguji ratusan controller, ribuan sinyal, serta berbagai fungsi elektronik kendaraan dan membantu mengidentifikasi sekitar 150 hingga 200 masalah selama proses pengembangan.
Hyundai Motor dan Kia menjelaskan, kendaraan modern memiliki ratusan controller yang menangani fungsi seperti sistem propulsi, infotainment, konektivitas, keselamatan, dan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).
Menurut Hyundai Motor dan Kia, masing-masing controller dapat berfungsi dengan baik secara individual, tetapi masalah dapat muncul ketika berbagai sistem mulai berkomunikasi dan bekerja secara bersamaan.
NOVA Lab atau Next-generation Open Validation & Automation Lab digunakan untuk memvalidasi keseluruhan arsitektur kelistrikan kendaraan sebelum prototipe fisik dirakit, menurut Hyundai Motor dan Kia.
Menurut Hyundai Motor dan Kia, wire-car test bench merupakan rangkaian controller, wiring harness, dan komponen elektronik yang dihubungkan seperti pada kendaraan produksi, tetapi tidak menggunakan bodi, pintu, maupun interior kendaraan.
Hyundai Motor dan Kia pertama kali memperkenalkan validasi menggunakan wire-car pada 2019 ketika kompleksitas perangkat lunak dan sistem elektronik kendaraan semakin meningkat, kemudian mengembangkan konsep tersebut menjadi NOVA Lab.
Pada sejumlah program kendaraan, menurut Hyundai Motor dan Kia, para insinyur dapat menghubungkan sekitar 300 hingga 500 controller melalui sekitar 500 konektor kabel untuk mengevaluasi arsitektur elektronik kendaraan pada tahap awal.
NOVA Lab mengevaluasi empat area utama, yakni integritas sirkuit kelistrikan, komunikasi antarkontroler kendaraan, kinerja fungsi, serta respons sistem diagnostik, berdasarkan penjelasan Hyundai Motor dan Kia.
Pengujian tersebut mencakup pemeriksaan pertukaran informasi antarkontroler, ketepatan pengiriman sinyal dan waktu pengiriman, serta respons sistem ketika terjadi gangguan, menurut Hyundai Motor dan Kia.
Menurut Hyundai Motor dan Kia, pengujian pada tahap awal dapat menemukan kegagalan komunikasi, konflik logika, konsumsi daya yang tidak normal, dan masalah lain pada tingkat sistem yang sulit ditemukan melalui pengujian komponen secara terpisah.
Untuk mereplikasi kondisi pengoperasian kendaraan, Hyundai Motor dan Kia menggunakan teknologi simulasi pada wire-car karena perangkat tersebut tidak memiliki bodi kendaraan secara fisik.
Salah satu teknologi yang digunakan adalah Torque Wheel Dynamometer yang menggabungkan drive load unit hasil pengembangan Hyundai Motor dan Kia dengan compact dynamometer, menurut perusahaan.
Hyundai Motor dan Kia menjelaskan sistem tersebut dapat mensimulasikan perilaku kendaraan ketika mengalami akselerasi, deselerasi, dan beban berkendara untuk memvalidasi fungsi yang bergantung pada kecepatan sebelum prototipe menjalani pengujian di jalan.
NOVA Lab juga memiliki lingkungan simulasi ADAS berbasis hardware-in-the-loop (HIL) yang menghitung perilaku kendaraan dan kondisi komunikasi secara real-time, menurut Hyundai Motor dan Kia.
Dalam sistem tersebut, citra jalan virtual diproyeksikan ke kamera kendaraan, sedangkan Radar Target Simulators (RTS) menghasilkan target lalu lintas sintetis untuk sensor radar.
Menurut Hyundai Motor dan Kia, teknologi tersebut memungkinkan insinyur memvalidasi Smart Cruise Control (SCC), Blind-Spot Collision Warning (BCW), Lane Following Assist (LFA), Lane Keeping Assist (LKA), dan Forward Collision-Avoidance Assist (FCA) sebelum kendaraan mencapai area pengujian.
Hyundai Motor dan Kia menyatakan NOVA Lab juga dikembangkan untuk mendukung transisi menuju software-defined vehicles (SDV), seiring arsitektur kendaraan yang semakin terpusat dan berbasis perangkat lunak.
Menurut Hyundai Motor dan Kia, jaringan kendaraan berkembang dari komunikasi berbasis CAN menuju Ethernet berkecepatan tinggi, sementara sistem kelistrikan bergerak dari arsitektur konvensional 12 V menuju sistem 48 V generasi berikutnya.
Untuk mendukung perkembangan tersebut, NOVA Lab memiliki lingkungan validasi komunikasi berbasis Ethernet, sistem kelistrikan 48 V, serta peralatan catu daya terintegrasi yang dapat mereproduksi kondisi tegangan rendah, tegangan berlebih, dan kondisi kelistrikan lainnya.
Hyundai Motor dan Kia juga menyebut NOVA Lab mendukung validasi pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA) serta mengeksplorasi teknologi berbantuan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi anomali dari data kendaraan yang dikumpulkan secara berkelanjutan.
Selain itu, menurut Hyundai Motor dan Kia, NOVA Lab mendukung validasi platform robotaxi dengan menguji arsitektur kontrol redundan untuk fungsi penting seperti pengereman dan kemudi serta sistem keamanan siber kendaraan otonom generasi berikutnya.
Sang Yeon Kim, Senior Research Engineer of the Pilot Electronic Control Development Team, mengatakan tujuan NOVA Lab adalah meningkatkan kualitas perangkat lunak sejak tahap awal pengembangan agar konsumen mendapatkan manfaat dari pembaruan kendaraan tanpa gangguan akibat masalah kualitas.
“Our goal at NOVA Lab is to improve software quality early in development,” ujar Sang Yeon Kim.
Hyundai Motor dan Kia menjelaskan, NOVA Lab menjadi salah satu bagian dari fasilitas digital R&D yang digunakan untuk menyelesaikan masalah pengembangan kendaraan secara digital sebelum penyelesaian secara fisik, bersama fasilitas seperti Driving Simulator, Digital Measuring Center, dan Additive Manufacturing Solution Center.
Menurut Hyundai Motor dan Kia, kombinasi simulasi, pengukuran, manufaktur aditif, dan validasi sistem tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem rekayasa kendaraan yang lebih berbasis digital.