Categories: News

5 Nakes dan Dokter Minta Maaf usai Komentar Jahat soal Pasien BPJS Yurizal yang Meninggal Dunia Viral

SulawesiPos.com – Sedikitnya lima tenaga kesehatan (nakes) dan dokter menyampaikan permintaan maaf setelah komentar mereka terhadap Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang meninggal dunia usai mengeluhkan lamanya antrean ruang perawatan, viral di media sosial. Permintaan maaf itu muncul setelah publik mengecam komentar yang dinilai tidak berempati terhadap almarhum saat masih mencari pertolongan medis.

Yurizal sebelumnya mengunggah keluhan melalui akun Threads miliknya. Ia mengaku harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit.

Alih-alih mendapat simpati, unggahan tersebut justru dibalas komentar bernada sinis, ejekan, hingga candaan yang dinilai melukai perasaan pasien dan keluarganya.

Setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026, tangkapan layar komentar para oknum tenaga kesehatan kembali beredar luas.

Gelombang kritik pun bermunculan, sementara permintaan maaf yang disampaikan para pemberi komentar mendapat respons dingin dari warganet.

Deretan Nakes dan Dokter yang Menjadi Sorotan

Ini deretan nakes dan dokter yang sempat memberikan komentar jahat terhadap Yurizal Tri Chaerawan.

1. dr Benny Christian Sihombing

dr Benny Christian Sihombing menjadi salah satu sosok yang paling banyak disorot setelah menuliskan komentar yang menyarankan pasien menuju “ruang jenazah” saat menanggapi keluhan Yurizal.

Setelah menuai kecaman, ia mengunggah video permintaan maaf terbuka. Dalam pernyataannya, dr Benny menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum, mengakui kesalahannya, serta menyatakan siap menerima konsekuensi etik, administratif, maupun hukum atas komentarnya.

2. Widhiyarini Pangestika

Widhiyarini Pangestika juga menjadi sasaran kritik setelah menuliskan komentar bernada ekstrem kepada Yurizal.

Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum dan mengakui komentarnya tidak profesional serta telah menambah kesedihan keluarga yang sedang berduka.

3. dr Elda Putri Rahadini

dr Elda Putri Rahadini ikut menjadi perhatian publik karena komentarnya yang dinilai menyindir kondisi ekonomi dan kemampuan berpikir korban.

Melalui pernyataan tertulis, ia mengakui tulisannya tidak pantas, tidak etis, dan tidak mencerminkan empati yang seharusnya dimiliki seorang tenaga medis.

4. Hilda Clarissa Theopilus

Hilda Clarissa Theopilus, yang diketahui bertugas di RSUD Umbu Rara Meha, Sumba Timur, juga menuai kecaman setelah menuliskan komentar yang menyinggung “kamar jenazah”. Ia bahkan sempat berdebat dengan warganet sebelum akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf.

Pihak RSUD Umbu Rara Meha turut mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan komentar tersebut merupakan sikap pribadi dan tidak mewakili institusi rumah sakit.

5. Norma Zahara

Norma Zahara, staf RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, juga menjadi sorotan setelah komentarnya dinilai merendahkan pasien pengguna BPJS Kesehatan.

Melalui pernyataan terbuka, Norma menyampaikan permintaan maaf dan mengaku tidak berhati-hati saat menggunakan media sosial. Ia juga menyebut baru mengetahui kabar meninggalnya Yurizal beberapa hari setelah perdebatan tersebut terjadi.

Kasus ini turut mendapat perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Mulawarman, menyesalkan munculnya komentar yang dinilai mengabaikan empati terhadap pasien dan keluarga.

“Kemenkes amat menyesalkan munculnya narasi dari oknum tenaga medis maupun nakes di media sosial yang terkesan mengabaikan empati kepada pasien yang tengah berobat beserta keluarga mereka,” kata Aji, Rabu (5/8/2026).

Ia mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar selalu menjunjung tinggi etika profesi dan menjaga cara berkomunikasi, termasuk saat menggunakan media sosial, karena hal tersebut merupakan bagian dari profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Nakes cibir pasien Kementerian Kesehatan permintaan maaf Yurizal Tri Chaerawan