Puluhan pemukim bersenjata dilaporkan menyerang Desa Jit di timur Qalqilya dan merusak lahan pertanian serta berbagai properti milik warga Palestina.
Militer Israel turut mengerahkan pasukan tambahan di sekitar pos pemeriksaan Atara, utara Ramallah, sebagai persiapan operasi lanjutan di kawasan tersebut.
Pasukan Israel juga melakukan penggerebekan ke Desa Beitillu, sebelah barat Ramallah.
Operasi militer di Beit Furik dan Tubas dilaporkan terus berlangsung hingga Jumat malam.
Laporan lapangan dari 24 Juli 2026 juga menyebut warga Palestina turun ke jalan untuk menghadang penggerebekan tentara dan pemukim Israel di Kota Sarra, wilayah Nablus, ketika dua warga dilaporkan terluka dan sejumlah properti Palestina dibakar.
Peristiwa pembakaran rumah serta lahan warga sipil menambah panjang daftar kerusakan yang dialami masyarakat Palestina selama eskalasi terbaru di Tepi Barat.
Tekanan Politik dan Kekhawatiran Internasional Meningkat
Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir memimpin rapat evaluasi keamanan bersama kepolisian dan badan intelijen Israel serta memerintahkan penguatan besar-besaran pasukan di kawasan Tepi Barat.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan Israel Katz untuk menentukan langkah lanjutan setelah insiden mematikan tersebut.
Di sisi lain, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerukan penghancuran desa tempat terjadinya serangan dan menyatakan perlakuan terhadap desa-desa di Tepi Barat harus menyerupai operasi militer yang dilakukan Israel di Jalur Gaza.
Pernyataan tersebut memicu kritik karena dinilai berpotensi meningkatkan eskalasi kekerasan terhadap warga sipil.


