Categories: News

Makassar Terancam Krisis Air Bersih, 12.717 Rumah di 6 Kecamatan Mulai Terdampak

SulawesiPos.com – Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mulai menghadapi ancaman krisis air bersih pada musim kemarau setelah 12.717 rumah di enam kecamatan terdampak kekeringan. Data kaji cepat BPBD Makassar periode 1 Juni hingga 9 Juli 2026 juga menunjukkan wilayah terdampak tersebar di Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, dan Manggala.

Biringkanaya menjadi kecamatan dengan dampak paling besar dengan 4.084 rumah dan 14.787 jiwa terdampak.

Setelah itu, Tallo tercatat terdampak pada 2.862 rumah dengan 13.762 jiwa.

Di Tamalanrea, kekeringan menyasar 2.922 rumah dan 9.947 jiwa.

Manggala mencatat 1.959 rumah dan 7.610 jiwa terdampak, disusul Ujung Tanah 645 rumah dan 2.921 jiwa serta Panakkukang 245 rumah dan 1.324 jiwa.

BPBD Makassar juga memperkirakan jumlah warga yang terdampak atau berpotensi terdampak sudah menembus lebih dari 50 ribu jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar Muhammad Fadli Tahar mengatakan ancaman itu terutama menekan warga yang selama ini bergantung pada air tanah dan belum terlayani jaringan PDAM.

“Puncaknya itu bulan 9 (September) hingga 10 (Oktober),” kata Fadli.

Ia menegaskan distribusi air bersih sudah diintensifkan ke wilayah yang belum terjangkau layanan PDAM.

Cadangan Air dan Mitigasi Jadi Sorotan

BPBD menilai wilayah yang masih mendapat pasokan dari jaringan PDAM relatif lebih aman, tetapi situasinya tetap rawan karena sumber air baku terus menurun selama musim kemarau.

Jika cuaca kering berlanjut, cadangan air yang dikelola PDAM diperkirakan hanya mampu menopang kebutuhan sekitar 30 hari ke depan.

Kondisi itu membuat Makassar dinilai rentan karena pasokan air bakunya masih bertumpu pada air permukaan seperti sungai dan waduk.

Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo mendorong penyediaan sumber air baku alternatif seperti sumur bor agar kota ini memiliki cadangan saat musim kemarau memicu kekeringan berkepanjangan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga mengingatkan dampak kekeringan tidak hanya berujung pada krisis air bersih, tetapi juga dapat memicu kebakaran dan gangguan kesehatan masyarakat.

Status kedaruratan kekeringan di Makassar saat ini masih dalam tahap kajian bersama BPBD dan pihak terkait.

Di sisi lain, PDAM Makassar menyiagakan 14 truk tangki untuk melayani distribusi air ke titik-titik terdampak dan membantu pengisian tandon yang disiapkan pemerintah.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Makassar Sulawesi Selatan BPBD Makassar kekeringan PDAM makassar Krisis Air Bersih