SulawesiPos.com – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) mengundang Kepala Staf Kepresidenan RI Dudung Abdurachman untuk mengunjungi Taman Budaya Tionghoa Indonesia di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, usai pertemuan Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta dengan Kepala Staf Kepresidenan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 29 Juni 2026. Agenda itu didorong sebagai bagian dari penguatan persatuan bangsa, toleransi, dan kebangsaan nasional.
Pertemuan Wilianto Tanta dengan Dudung Abdurachman berlangsung di Kantor Staf Presiden dalam suasana yang disebut hangat. Dalam pertemuan itu, PSMTI dan pemerintah membahas penguatan sinergi untuk mendukung pembangunan nasional, mempererat persatuan, serta melestarikan keberagaman budaya Indonesia.
Salah satu pokok pembahasan adalah undangan resmi kepada Dudung Abdurachman agar melihat langsung Taman Budaya Tionghoa Indonesia yang berada di TMII. Menurut PSMTI, kunjungan itu diharapkan memberi gambaran lebih komprehensif mengenai sejarah, nilai budaya, serta kontribusi masyarakat Tionghoa dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Kami mengundang Bapak Dudung Abdurachman untuk melihat secara langsung Taman Budaya Tionghoa Indonesia sebagai salah satu simbol keberagaman dan persatuan bangsa. Melalui kunjungan ini, kami ingin menunjukkan bahwa budaya Tionghoa telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mozaik kebudayaan Indonesia,” ujar Wilianto Tanta.
Taman Budaya Tionghoa Indonesia disebut sebagai pusat edukasi budaya yang menampilkan berbagai artefak sejarah, nilai-nilai kearifan lokal, serta jejak kontribusi masyarakat Tionghoa dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ruang Dialog Kebangsaan
PSMTI menilai keberadaan taman budaya itu menjadi representasi nyata semangat akulturasi dan harmonisasi budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, kunjungan Kepala Staf Kepresidenan ke lokasi tersebut diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana dialog kebangsaan yang konstruktif.
Harapan itu terutama diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan nasionalisme di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.


