Arab Saudi Gandeng China Bangun 100.000 Rumah, Percepat Transformasi Vision 2030

SulawesiPos.com – Pemerintah Arab Saudi memperkuat kemitraan strategis dengan China di sektor perumahan, konstruksi, infrastruktur, dan teknologi kota pintar melalui penyelenggaraan Saudi-Chinese Contractors Forum di Shenzhen, Minggu (14/6/2026).

Dalam forum tersebut, sebagaimana laporan KSA Business, kedua negara menandatangani enam nota kesepahaman (MoU) yang menjadi bagian dari target ambisius pembangunan lebih dari 100.000 unit rumah hingga tahun 2030 guna mendukung program transformasi nasional Saudi Vision 2030.

Forum yang dibuka Menteri Urusan Kota dan Perumahan Arab Saudi, Majed Al Hogail, menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan resmi pemerintah Saudi ke China pada 13–16 Juni 2026.

Selain memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, forum tersebut juga menandai semakin besarnya peran China dalam proyek-proyek pembangunan strategis Arab Saudi yang mencakup kawasan hunian modern, kota pintar, dan pengembangan infrastruktur berkelanjutan.

Menurut Kementerian Urusan Kota dan Perumahan Arab Saudi, enam kesepakatan yang ditandatangani meliputi kerja sama investasi, transfer teknologi konstruksi, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan pemerintah dan swasta, penguatan rantai pasok, serta pengembangan konstruksi berkelanjutan.

Kesepakatan tersebut diharapkan mampu mempercepat modernisasi sektor perumahan Saudi sekaligus meningkatkan kapasitas industri konstruksi domestik.

Dalam pidatonya, Al Hogail menegaskan bahwa forum tersebut mencerminkan semakin eratnya hubungan strategis Arab Saudi dan China. Ia menyebut kerja sama itu tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pertukaran pengetahuan, inovasi teknologi, dan penguatan kapasitas nasional yang akan menopang pembangunan jangka panjang kerajaan.

Arab Saudi saat ini tengah menjalankan berbagai proyek pembangunan berskala besar dalam kerangka Vision 2030, termasuk pengembangan kawasan futuristik NEOM, proyek pesisir The Red Sea Project, hingga pembangunan berbagai kawasan industri dan ekonomi baru.

Pemerintah Saudi juga menargetkan peningkatan kepemilikan rumah warga hingga sekitar 70 persen pada akhir dekade ini melalui perluasan akses hunian dan pembiayaan perumahan.

Ketua Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah Universitas Hasanuddin, Fadlan Ahmad, S.S., M.Si., M.A., menilai kerja sama dengan China menunjukkan arah baru pembangunan Arab Saudi yang semakin terbuka terhadap investasi global dan kolaborasi teknologi internasional.

Ketua Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah Unhas, Fadlan Ahmad
Ketua Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah Unhas, Fadlan Ahmad

Saat dihubungi oleh Jurnalis SulawesiPos.com pada Senin (15/6/2026), Fadlan Ahmad menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan Arab Saudi saat ini merupakan salah satu agenda modernisasi terbesar di kawasan Timur Tengah.

“Di bawah kepemimpinan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Arab Saudi sedang menjalankan transformasi ekonomi yang sangat besar. Pembangunan lebih dari 100.000 unit rumah bersama mitra China bukan sekadar proyek konstruksi, tetapi simbol perubahan arah ekonomi Saudi menuju negara industri, teknologi, dan investasi global yang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sektor minyak,” tegas Fadlan.

Menurutnya, pembangunan kawasan hunian modern menjadi kebutuhan strategis seiring meningkatnya jumlah tenaga kerja, profesional asing, dan investor internasional yang masuk ke Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.

“Kerja sama dengan China memberikan keuntungan ganda bagi Saudi. Mereka memperoleh modal, teknologi, pengalaman konstruksi skala besar, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Ini adalah investasi masa depan yang dampaknya akan dirasakan lintas generasi,” ujarnya.

Fadlan menambahkan bahwa keberhasilan proyek-proyek perumahan tersebut akan memperkuat posisi Arab Saudi sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Timur Tengah sekaligus meningkatkan daya saing negara itu dalam menarik investasi internasional.

Sementara itu, pengamat sektor perjalanan religi sekaligus Owner Travel Madena Wisata Biro Perjalanan Wisata Religi, Umrah dan Haji, Muh. Sahur Harun, Lc., menilai proyek pembangunan hunian tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan agenda besar Vision 2030 yang selama ini menjadi fondasi transformasi Kerajaan Saudi.

Owner Travel Madena Wisata Biro Perjalanan Wisata Religi, Umrah dan Haji, Muh. Sahur Harun
Owner Travel Madena Wisata Biro Perjalanan Wisata Religi, Umrah dan Haji, Muh. Sahur Harun

Kepada SulawesiPos.com, Senin (15/6/2026), Sahur menjelaskan bahwa pembangunan perumahan dalam skala besar merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah Saudi untuk memperkuat kualitas hidup masyarakat dan mempercepat pertumbuhan kawasan perkotaan.

“Tujuan utama Saudi Vision 2030 adalah meningkatkan kepemilikan rumah warga Saudi, mempercepat pembangunan kota, menarik investasi asing, mentransfer teknologi, dan mengurangi ketergantungan pada minyak. Kerja sama dengan perusahaan-perusahaan China dalam pembangunan lebih dari 100.000 unit rumah merupakan bagian dari strategi tersebut,” kata Sahur.

Menurutnya, dampak pembangunan itu tidak hanya dirasakan masyarakat Saudi, tetapi juga akan memperkuat ekosistem ekonomi yang menopang sektor pariwisata religi, umrah, dan haji yang terus berkembang setiap tahun.

“Ketika infrastruktur perkotaan semakin baik, kawasan hunian semakin modern, dan investasi terus meningkat, maka daya tarik Arab Saudi sebagai pusat kegiatan ekonomi dan destinasi religi dunia juga akan semakin kuat,” tambahnya.

Kerja sama Saudi–China yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kedua negara kini tidak hanya terhubung melalui perdagangan energi, tetapi juga melalui pembangunan infrastruktur, teknologi, industri manufaktur, transformasi digital, serta pengembangan kota masa depan yang menjadi fondasi baru hubungan ekonomi kedua negara pada dekade mendatang. (Ali)

SulawesiPos.com – Pemerintah Arab Saudi memperkuat kemitraan strategis dengan China di sektor perumahan, konstruksi, infrastruktur, dan teknologi kota pintar melalui penyelenggaraan Saudi-Chinese Contractors Forum di Shenzhen, Minggu (14/6/2026).

Dalam forum tersebut, sebagaimana laporan KSA Business, kedua negara menandatangani enam nota kesepahaman (MoU) yang menjadi bagian dari target ambisius pembangunan lebih dari 100.000 unit rumah hingga tahun 2030 guna mendukung program transformasi nasional Saudi Vision 2030.

Forum yang dibuka Menteri Urusan Kota dan Perumahan Arab Saudi, Majed Al Hogail, menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan resmi pemerintah Saudi ke China pada 13–16 Juni 2026.

Selain memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, forum tersebut juga menandai semakin besarnya peran China dalam proyek-proyek pembangunan strategis Arab Saudi yang mencakup kawasan hunian modern, kota pintar, dan pengembangan infrastruktur berkelanjutan.

Menurut Kementerian Urusan Kota dan Perumahan Arab Saudi, enam kesepakatan yang ditandatangani meliputi kerja sama investasi, transfer teknologi konstruksi, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan pemerintah dan swasta, penguatan rantai pasok, serta pengembangan konstruksi berkelanjutan.

Kesepakatan tersebut diharapkan mampu mempercepat modernisasi sektor perumahan Saudi sekaligus meningkatkan kapasitas industri konstruksi domestik.

Dalam pidatonya, Al Hogail menegaskan bahwa forum tersebut mencerminkan semakin eratnya hubungan strategis Arab Saudi dan China. Ia menyebut kerja sama itu tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pertukaran pengetahuan, inovasi teknologi, dan penguatan kapasitas nasional yang akan menopang pembangunan jangka panjang kerajaan.

Arab Saudi saat ini tengah menjalankan berbagai proyek pembangunan berskala besar dalam kerangka Vision 2030, termasuk pengembangan kawasan futuristik NEOM, proyek pesisir The Red Sea Project, hingga pembangunan berbagai kawasan industri dan ekonomi baru.

Pemerintah Saudi juga menargetkan peningkatan kepemilikan rumah warga hingga sekitar 70 persen pada akhir dekade ini melalui perluasan akses hunian dan pembiayaan perumahan.

Ketua Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah Universitas Hasanuddin, Fadlan Ahmad, S.S., M.Si., M.A., menilai kerja sama dengan China menunjukkan arah baru pembangunan Arab Saudi yang semakin terbuka terhadap investasi global dan kolaborasi teknologi internasional.

Ketua Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah Unhas, Fadlan Ahmad
Ketua Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah Unhas, Fadlan Ahmad

Saat dihubungi oleh Jurnalis SulawesiPos.com pada Senin (15/6/2026), Fadlan Ahmad menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan Arab Saudi saat ini merupakan salah satu agenda modernisasi terbesar di kawasan Timur Tengah.

“Di bawah kepemimpinan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Arab Saudi sedang menjalankan transformasi ekonomi yang sangat besar. Pembangunan lebih dari 100.000 unit rumah bersama mitra China bukan sekadar proyek konstruksi, tetapi simbol perubahan arah ekonomi Saudi menuju negara industri, teknologi, dan investasi global yang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sektor minyak,” tegas Fadlan.

Menurutnya, pembangunan kawasan hunian modern menjadi kebutuhan strategis seiring meningkatnya jumlah tenaga kerja, profesional asing, dan investor internasional yang masuk ke Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.

“Kerja sama dengan China memberikan keuntungan ganda bagi Saudi. Mereka memperoleh modal, teknologi, pengalaman konstruksi skala besar, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Ini adalah investasi masa depan yang dampaknya akan dirasakan lintas generasi,” ujarnya.

Fadlan menambahkan bahwa keberhasilan proyek-proyek perumahan tersebut akan memperkuat posisi Arab Saudi sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Timur Tengah sekaligus meningkatkan daya saing negara itu dalam menarik investasi internasional.

Sementara itu, pengamat sektor perjalanan religi sekaligus Owner Travel Madena Wisata Biro Perjalanan Wisata Religi, Umrah dan Haji, Muh. Sahur Harun, Lc., menilai proyek pembangunan hunian tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan agenda besar Vision 2030 yang selama ini menjadi fondasi transformasi Kerajaan Saudi.

Owner Travel Madena Wisata Biro Perjalanan Wisata Religi, Umrah dan Haji, Muh. Sahur Harun
Owner Travel Madena Wisata Biro Perjalanan Wisata Religi, Umrah dan Haji, Muh. Sahur Harun

Kepada SulawesiPos.com, Senin (15/6/2026), Sahur menjelaskan bahwa pembangunan perumahan dalam skala besar merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah Saudi untuk memperkuat kualitas hidup masyarakat dan mempercepat pertumbuhan kawasan perkotaan.

“Tujuan utama Saudi Vision 2030 adalah meningkatkan kepemilikan rumah warga Saudi, mempercepat pembangunan kota, menarik investasi asing, mentransfer teknologi, dan mengurangi ketergantungan pada minyak. Kerja sama dengan perusahaan-perusahaan China dalam pembangunan lebih dari 100.000 unit rumah merupakan bagian dari strategi tersebut,” kata Sahur.

Menurutnya, dampak pembangunan itu tidak hanya dirasakan masyarakat Saudi, tetapi juga akan memperkuat ekosistem ekonomi yang menopang sektor pariwisata religi, umrah, dan haji yang terus berkembang setiap tahun.

“Ketika infrastruktur perkotaan semakin baik, kawasan hunian semakin modern, dan investasi terus meningkat, maka daya tarik Arab Saudi sebagai pusat kegiatan ekonomi dan destinasi religi dunia juga akan semakin kuat,” tambahnya.

Kerja sama Saudi–China yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kedua negara kini tidak hanya terhubung melalui perdagangan energi, tetapi juga melalui pembangunan infrastruktur, teknologi, industri manufaktur, transformasi digital, serta pengembangan kota masa depan yang menjadi fondasi baru hubungan ekonomi kedua negara pada dekade mendatang. (Ali)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru