PMI Kirim Bantuan Medis Rp2 Miliar untuk Korban Krisis Kemanusiaan di Iran

SulawesiPos.com – Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan darurat senilai Rp2 miliar untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan di Iran.

Bantuan ini disalurkan sebagai respons atas permintaan resmi dari Pemerintah Iran menyusul hancurnya ratusan fasilitas kesehatan dan lumpuhnya industri farmasi akibat serangan militer.

Sekretaris Jenderal PMI, A.M. Fachir, dalam rilisnya, Jumat (29/5/2026), menyampaikan bahwa pengiriman bantuan medis darurat ini merupakan respons langsung dari Ketua Umum PMI, Muhammad Jusuf Kalla, setelah menerima surat dari Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.

“Bantuan obat-obatan dan alat medis darurat PMI ke Iran ini merupakan respons Ketua Umum PMI Bapak Muhammad Jusuf Kalla atas surat dari Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mr. Mohammad Boroujerdi, terkait permintaan obat-obatan darurat dan peralatan medis,” ujar Fachir.

Menurut Fachir, donasi ini bukan sekadar penyerahan bantuan fisik, melainkan bentuk nyata solidaritas, kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, dan empati dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Iran.

BACA JUGA:  Lonjakan 66 Persen Ekspor Iran ke Afrika: Manuver Ekonomi Kontra-Hegemoni Menuju Blok Perdagangan Baru Global South

Ia berharap bantuan tersebut dapat mendukung layanan medis yang sedang berjalan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Krisis kemanusiaan di Iran sendiri dipicu oleh serangan masif yang merusak infrastruktur vital fisik dan mengganggu rantai pasok medis.

Berdasarkan data resmi Kementerian Kesehatan Iran, sedikitnya 50 rumah sakit, termasuk Hospital Gandhi di Teheran, serta lebih dari 180 pusat kesehatan primer mengalami kerusakan parah hingga hancur total.

Kondisi ini memaksa puluhan pusat layanan kesehatan berhenti beroperasi dan memutus akses kesehatan dasar bagi kelompok masyarakat rentan.

Guna mempercepat penyaluran, proses pengadaan bantuan dilakukan langsung di Islamabad, Pakistan.

Minister Counsellor sekaligus Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Islamabad, Rahmat Hindiarta Kusuma, menyatakan bahwa sejak awal pihak kedutaan sangat mendukung inisiatif PMI ini melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Pakistan, Kedutaan Besar Iran di Pakistan, serta melakukan survei pasar terkait ketersediaan stok obat dan alat kesehatan.

“Sejak awal, KBRI Islamabad telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Pakistan, Kedutaan Besar Iran di Pakistan, serta mengidentifikasi vendor dan melakukan market survey terkait ketersediaan stok obat-obatan dan alat kesehatan,” ungkap Rahmat.

BACA JUGA:  Trump Klaim Iran Beri “Hadiah” Minyak dan Gas, Terkait Negosiasi untuk Akhiri Konflik

Seluruh bantuan senilai Rp2 miliar tersebut dikemas dalam dua kontainer berukuran 40 kaki dan siap diberangkatkan dalam waktu dekat.

Kepala Markas PMI Pusat, Arifin Muh Hadi, yang memimpin langsung pengadaan di lapangan, menjelaskan bahwa seluruh proses pengadaan saat ini telah selesai 100 persen dan minggu depan bantuan akan segera dikirim menuju Taftan, wilayah perbatasan Pakistan dan Iran.

“PMI dalam melakukan pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan darurat sepenuhnya difasilitasi oleh KBRI Islamabad, serta melibatkan Pakistan Red Crescent Society (PRCS) dan Kedutaan Besar Iran di Islamabad. Kami juga melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan Iran Red Crescent di Teheran serta KBRI Teheran,” jelas Arifin.

Arifin menambahkan, bantuan yang dikirimkan meliputi obat-obatan habis pakai, alat pelindung diri, peralatan kesehatan darurat paket luka dan cedera, peralatan bedah minor, serta obat-obatan esensial lainnya.

Pengiriman bantuan kemanusiaan ke luar negeri seperti ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh PMI.

BACA JUGA:  Profil Ayatollah Alireza Arafi, Pemimpin Sementara Iran Pasca Wafatnya Ali Khamenei

Sebelum membantu Iran, organisasi kemanusiaan nasional Indonesia tersebut juga tercatat telah menyalurkan bantuan serupa ke sejumlah negara yang tengah dilanda krisis kemanusiaan, di antaranya Sudan, Afghanistan, dan Lebanon. (mn abdurrahman)

SulawesiPos.com – Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan darurat senilai Rp2 miliar untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan di Iran.

Bantuan ini disalurkan sebagai respons atas permintaan resmi dari Pemerintah Iran menyusul hancurnya ratusan fasilitas kesehatan dan lumpuhnya industri farmasi akibat serangan militer.

Sekretaris Jenderal PMI, A.M. Fachir, dalam rilisnya, Jumat (29/5/2026), menyampaikan bahwa pengiriman bantuan medis darurat ini merupakan respons langsung dari Ketua Umum PMI, Muhammad Jusuf Kalla, setelah menerima surat dari Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.

“Bantuan obat-obatan dan alat medis darurat PMI ke Iran ini merupakan respons Ketua Umum PMI Bapak Muhammad Jusuf Kalla atas surat dari Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mr. Mohammad Boroujerdi, terkait permintaan obat-obatan darurat dan peralatan medis,” ujar Fachir.

Menurut Fachir, donasi ini bukan sekadar penyerahan bantuan fisik, melainkan bentuk nyata solidaritas, kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, dan empati dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Iran.

BACA JUGA:  Konflik Iran vs AS Kian Memanas, Syahrul Aidi Minta Indonesia Tidak Memihak dan Mengutuk Penjajahan

Ia berharap bantuan tersebut dapat mendukung layanan medis yang sedang berjalan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Krisis kemanusiaan di Iran sendiri dipicu oleh serangan masif yang merusak infrastruktur vital fisik dan mengganggu rantai pasok medis.

Berdasarkan data resmi Kementerian Kesehatan Iran, sedikitnya 50 rumah sakit, termasuk Hospital Gandhi di Teheran, serta lebih dari 180 pusat kesehatan primer mengalami kerusakan parah hingga hancur total.

Kondisi ini memaksa puluhan pusat layanan kesehatan berhenti beroperasi dan memutus akses kesehatan dasar bagi kelompok masyarakat rentan.

Guna mempercepat penyaluran, proses pengadaan bantuan dilakukan langsung di Islamabad, Pakistan.

Minister Counsellor sekaligus Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Islamabad, Rahmat Hindiarta Kusuma, menyatakan bahwa sejak awal pihak kedutaan sangat mendukung inisiatif PMI ini melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Pakistan, Kedutaan Besar Iran di Pakistan, serta melakukan survei pasar terkait ketersediaan stok obat dan alat kesehatan.

“Sejak awal, KBRI Islamabad telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Pakistan, Kedutaan Besar Iran di Pakistan, serta mengidentifikasi vendor dan melakukan market survey terkait ketersediaan stok obat-obatan dan alat kesehatan,” ungkap Rahmat.

BACA JUGA:  Harga Minyak Global Turun 5–6% Usai Trump Umumkan Negosiasi dengan Iran

Seluruh bantuan senilai Rp2 miliar tersebut dikemas dalam dua kontainer berukuran 40 kaki dan siap diberangkatkan dalam waktu dekat.

Kepala Markas PMI Pusat, Arifin Muh Hadi, yang memimpin langsung pengadaan di lapangan, menjelaskan bahwa seluruh proses pengadaan saat ini telah selesai 100 persen dan minggu depan bantuan akan segera dikirim menuju Taftan, wilayah perbatasan Pakistan dan Iran.

“PMI dalam melakukan pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan darurat sepenuhnya difasilitasi oleh KBRI Islamabad, serta melibatkan Pakistan Red Crescent Society (PRCS) dan Kedutaan Besar Iran di Islamabad. Kami juga melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan Iran Red Crescent di Teheran serta KBRI Teheran,” jelas Arifin.

Arifin menambahkan, bantuan yang dikirimkan meliputi obat-obatan habis pakai, alat pelindung diri, peralatan kesehatan darurat paket luka dan cedera, peralatan bedah minor, serta obat-obatan esensial lainnya.

Pengiriman bantuan kemanusiaan ke luar negeri seperti ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh PMI.

BACA JUGA:  Lonjakan 66 Persen Ekspor Iran ke Afrika: Manuver Ekonomi Kontra-Hegemoni Menuju Blok Perdagangan Baru Global South

Sebelum membantu Iran, organisasi kemanusiaan nasional Indonesia tersebut juga tercatat telah menyalurkan bantuan serupa ke sejumlah negara yang tengah dilanda krisis kemanusiaan, di antaranya Sudan, Afghanistan, dan Lebanon. (mn abdurrahman)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru