Usai Swasembada Beras, Prabowo Bidik Swasembada Protein untuk Perkuat Ketahanan Pangan

SulawesiPos.com — Pemerintah mulai mengarahkan fokus baru dalam agenda ketahanan pangan nasional.

Setelah dinilai berhasil mencapai swasembada beras, Presiden Prabowo Subianto kini menargetkan swasembada protein sebagai tahap lanjutan dalam memperkuat kemandirian pangan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat, tetapi juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah ingin memperluas capaian swasembada ke komoditas lain di luar beras, termasuk protein.

“Kita harus mempertahankan dan meningkatkan swasembada pangan kita, karena yang berhasil baru di bidang beras. Kita ingin menuju keberhasilan komoditas pangan selain beras, termasuk protein,” kata Prasetyo.

Menurutnya, pemenuhan protein menjadi aspek penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Fokus pada Sumber Protein Kelautan

Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah akan memaksimalkan potensi sektor kelautan, terutama sumber protein dari ikan.

Prasetyo menilai Indonesia memiliki keunggulan besar di sektor maritim yang perlu dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan pangan nasional.

BACA JUGA: 
Prabowo: Bangsa Indonesia Sekarang Sudah Swasembada Beras

“Protein salah satunya adalah yang berbasis dari ikan, maka betapa pentingnya program-program prioritas kerja pemerintah di bidang kelautan dan maritim,” paparnya.

Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat kerja yang dipimpin langsung Presiden Prabowo di Istana Negara.

Rapat yang berlangsung sekitar empat jam itu diikuti jajaran Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I, hingga direksi BUMN.

Forum tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan arah kebijakan setelah satu setengah tahun pemerintahan berjalan.

“Nah, hari ini beliau memberikan pengarahan, sekaligus juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran unsur eksekutif dan pemerintahan karena selama 1,5 tahun ini telah banyak program-program pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran Rakabuming Raka yang telah menunjukkan hasil-hasil yang cukup signifikan. Meski tentu saja belum menyelesaikan seluruh permasalahan yang kita hadapi,” jelas Prasetyo.

Tekankan Efisiensi dan Percepatan Kinerja

Dalam arahannya, Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja birokrasi agar lebih cepat, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA: 
Menteri Agama Puji Kinerja Mentan Amran Antar Indonesia Swasembada Beras

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja lebih produktif serta meminimalkan potensi kebocoran dalam pelaksanaan program.

“Beliau menganggap penting untuk memberikan briefing, menyampaikan terima kasih, sekaligus menggugah dan memaparkan bahwa kita harus bersama-sama bekerja lebih giat lagi, lebih cepat lagi, lebih produktif lagi, lebih efisien lagi, kurangi kebocoran, dan seterusnya,” ujarnya.

SulawesiPos.com — Pemerintah mulai mengarahkan fokus baru dalam agenda ketahanan pangan nasional.

Setelah dinilai berhasil mencapai swasembada beras, Presiden Prabowo Subianto kini menargetkan swasembada protein sebagai tahap lanjutan dalam memperkuat kemandirian pangan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat, tetapi juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah ingin memperluas capaian swasembada ke komoditas lain di luar beras, termasuk protein.

“Kita harus mempertahankan dan meningkatkan swasembada pangan kita, karena yang berhasil baru di bidang beras. Kita ingin menuju keberhasilan komoditas pangan selain beras, termasuk protein,” kata Prasetyo.

Menurutnya, pemenuhan protein menjadi aspek penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Fokus pada Sumber Protein Kelautan

Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah akan memaksimalkan potensi sektor kelautan, terutama sumber protein dari ikan.

Prasetyo menilai Indonesia memiliki keunggulan besar di sektor maritim yang perlu dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan pangan nasional.

BACA JUGA: 
Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

“Protein salah satunya adalah yang berbasis dari ikan, maka betapa pentingnya program-program prioritas kerja pemerintah di bidang kelautan dan maritim,” paparnya.

Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat kerja yang dipimpin langsung Presiden Prabowo di Istana Negara.

Rapat yang berlangsung sekitar empat jam itu diikuti jajaran Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I, hingga direksi BUMN.

Forum tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan arah kebijakan setelah satu setengah tahun pemerintahan berjalan.

“Nah, hari ini beliau memberikan pengarahan, sekaligus juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran unsur eksekutif dan pemerintahan karena selama 1,5 tahun ini telah banyak program-program pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran Rakabuming Raka yang telah menunjukkan hasil-hasil yang cukup signifikan. Meski tentu saja belum menyelesaikan seluruh permasalahan yang kita hadapi,” jelas Prasetyo.

Tekankan Efisiensi dan Percepatan Kinerja

Dalam arahannya, Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja birokrasi agar lebih cepat, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA: 
Gawat! 363 Juta Jiwa Penduduk Bumi Terancam Kelaparan, Kita Patut Bersyukur Indonesia Surplus Beras

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja lebih produktif serta meminimalkan potensi kebocoran dalam pelaksanaan program.

“Beliau menganggap penting untuk memberikan briefing, menyampaikan terima kasih, sekaligus menggugah dan memaparkan bahwa kita harus bersama-sama bekerja lebih giat lagi, lebih cepat lagi, lebih produktif lagi, lebih efisien lagi, kurangi kebocoran, dan seterusnya,” ujarnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru