Pernyataan Saiful Mujani Viral, Hasan Nasbi Soroti Narasi Ajakan Jatuhkan Pemerintahan Prabowo

SulawesiPos.com – Penggalan pernyataan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting, Saiful Mujani, menjadi sorotan setelah viral di media sosial.

Pernyataan tersebut dinilai sebagian pihak menyinggung upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

Viralnya pernyataan itu memicu perdebatan publik dan menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Hasan Nasbi menyampaikan kekecewaannya terhadap pernyataan yang dinilai cenderung mengarah pada ajakan menjatuhkan pemerintahan.

Menurutnya, fenomena ini bukan hal baru. Ia menyebut ada kelompok yang mengklaim diri sebagai pejuang demokrasi, tetapi menggunakan standar subjektif dalam menilai praktik demokrasi.

“Memang ada kelompok masyarakat di bangsa kita maupun di negara lain yang itu mengaku pejuang demokrasi, tapi mereka mengukur demokrasi itu dengan isi perutnya sendiri, mengukur demokrasi itu dengan perasaan dan keinginannya sendiri,” kata Hasan, Minggu (5/4/2026).

Hasan menjelaskan, kelompok tersebut cenderung menilai demokrasi berjalan baik hanya saat kepentingannya terpenuhi, dan sebaliknya akan menganggap sistem tidak demokratis ketika berada di luar kekuasaan.

BACA JUGA: 
Prabowo Beberkan Alasan Koperasi Merah Putih: Lawan Rentenir dan Kredit Bunga yang Tinggi

Ia menilai fenomena tersebut telah terjadi sejak berbagai periode pemerintahan, mulai dari era Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, hingga saat ini di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

“Hari ini satu setengah tahun lah zaman kepemimpinannya Pak Prabowo, ada juga orang-orang yang kemarin merupakan bagian dari barisan yang kurang beruntung,” ujarnya.

Hasan menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, perebutan kekuasaan telah difasilitasi melalui mekanisme yang sah, yaitu pemilihan umum.

“Mereka itu ngakunya pejuang demokrasi tapi enggak pernah mau paham apa esensi demokrasi. Kalau perebutan kekuasaan dalam demokrasi itu difasilitasi kok, tapi lewat apa? Lewat pemilu,” cetusnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada upaya provokasi yang mendorong instabilitas politik, terutama di tengah kondisi global yang penuh tekanan.

Stabilitas Nasional Jadi Prioritas

Dalam situasi global yang dinilai tidak menentu, Hasan menekankan pentingnya menjaga stabilitas dalam negeri.

“Ketika situasi ekonomi dunia kacau balau, ketika situasi keamanan dunia juga sedang tidak baik-baik saja, tapi di dalam negeri orang-orang yang mengaku pejuang demokrasi ini juga memanas-manasi suasana,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Rehabilitasi 98.000 Hektar Sawah Pascabencana di Sumatera, Mentan Amran: Ini Tanggung Jawab Negara

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan persatuan dan kerja sama dalam menghadapi tantangan nasional.

“Yang kita butuhkan hari ini adalah persatuan… Ini kok malah mengacak-acak, malah memprovokasi supaya pemerintahan tumbang,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Penggalan pernyataan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting, Saiful Mujani, menjadi sorotan setelah viral di media sosial.

Pernyataan tersebut dinilai sebagian pihak menyinggung upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

Viralnya pernyataan itu memicu perdebatan publik dan menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Hasan Nasbi menyampaikan kekecewaannya terhadap pernyataan yang dinilai cenderung mengarah pada ajakan menjatuhkan pemerintahan.

Menurutnya, fenomena ini bukan hal baru. Ia menyebut ada kelompok yang mengklaim diri sebagai pejuang demokrasi, tetapi menggunakan standar subjektif dalam menilai praktik demokrasi.

“Memang ada kelompok masyarakat di bangsa kita maupun di negara lain yang itu mengaku pejuang demokrasi, tapi mereka mengukur demokrasi itu dengan isi perutnya sendiri, mengukur demokrasi itu dengan perasaan dan keinginannya sendiri,” kata Hasan, Minggu (5/4/2026).

Hasan menjelaskan, kelompok tersebut cenderung menilai demokrasi berjalan baik hanya saat kepentingannya terpenuhi, dan sebaliknya akan menganggap sistem tidak demokratis ketika berada di luar kekuasaan.

BACA JUGA: 
Ammar Zoni Kirim Surat Permohonan ke Presiden Prabowo, Klaim Diri Sebagai Aset Bangsa

Ia menilai fenomena tersebut telah terjadi sejak berbagai periode pemerintahan, mulai dari era Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, hingga saat ini di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

“Hari ini satu setengah tahun lah zaman kepemimpinannya Pak Prabowo, ada juga orang-orang yang kemarin merupakan bagian dari barisan yang kurang beruntung,” ujarnya.

Hasan menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, perebutan kekuasaan telah difasilitasi melalui mekanisme yang sah, yaitu pemilihan umum.

“Mereka itu ngakunya pejuang demokrasi tapi enggak pernah mau paham apa esensi demokrasi. Kalau perebutan kekuasaan dalam demokrasi itu difasilitasi kok, tapi lewat apa? Lewat pemilu,” cetusnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada upaya provokasi yang mendorong instabilitas politik, terutama di tengah kondisi global yang penuh tekanan.

Stabilitas Nasional Jadi Prioritas

Dalam situasi global yang dinilai tidak menentu, Hasan menekankan pentingnya menjaga stabilitas dalam negeri.

“Ketika situasi ekonomi dunia kacau balau, ketika situasi keamanan dunia juga sedang tidak baik-baik saja, tapi di dalam negeri orang-orang yang mengaku pejuang demokrasi ini juga memanas-manasi suasana,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan untuk Misi Perdamaian di Gaza

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan persatuan dan kerja sama dalam menghadapi tantangan nasional.

“Yang kita butuhkan hari ini adalah persatuan… Ini kok malah mengacak-acak, malah memprovokasi supaya pemerintahan tumbang,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru