Mahasiswa Sastra Arab Raih Juara 1 Pilmapres FIB Unhas 2026, Usung Gagasan Mitigasi Bencana Berbasis Budaya

SulawesiPos.com – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas tahun 2026.

Kompetisi tahunan ini menjadi wadah seleksi mahasiswa unggul yang memiliki prestasi akademik, non-akademik, serta kemampuan komunikasi yang mumpuni.

Pada acara Penganugerahan Pilmapres Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin yang berlangsung Rabu (1/4/2026), Akhdan Nur Syauqi dari Program Studi Sastra Arab angkatan 2024 berhasil meraih Juara 1 Pilmapres FIB 2026 setelah melalui serangkaian seleksi ketat.

Posisi Juara 2 diraih Zulfiqri Saputra Samsul dari Program Studi Sastra Inggris angkatan 2023, sementara Radina Sinja Putri dari Program Studi Pariwisata angkatan 2024 menempati Juara 3.

Ajang Pilmapres ini merupakan salah satu program strategis fakultas dalam menjaring mahasiswa berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki capaian non-akademik, gagasan kreatif, serta kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang baik.

Para peserta mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari seleksi berkas dan focus group discussion pada tingkat fakultas, hingga penilaian capaian unggulan, wawancara bahasa Inggris, dan asesmen psikologi pada tahap seleksi universitas.

Dalam kompetisi tersebut, Akhdan Nur Syauqi tampil unggul dengan mengusung gagasan berjudul “Sappo Lipu: Integrasi Indigenous Knowledge Masyarakat Adat Sulawesi Selatan dalam Mitigasi Bencana Berbasis Culture-Based Resilience”.

Gagasan ini menitikberatkan pada internalisasi nilai-nilai lokal Sulawesi Selatan sebagai solusi mitigasi bencana, yang dinilai relevan dan inovatif di tengah tantangan krisis budaya yang semakin pesat.

Dalam keterangannya, Akhdan menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

“Saya tidak berekspektasi berlebihan, karena saya percaya semua sudah menjadi bagian dari rencana Tuhan, dan saya yakin saya hanya menjalankannya,” ujar Akhdan.

Akhdan menambahkan bahwa kemenangannya menjadi motivasi untuk menebar manfaat kepada sesama manusia.

“Kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas, serta menebar manfaat kepada orang lain karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” tambah dia.

Pihak fakultas turut memberikan apresiasi atas capaian para pemenang dan berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.

Melalui ajang Pilmapres 2026 ini, Fakultas Ilmu Budaya kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

SulawesiPos.com – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas tahun 2026.

Kompetisi tahunan ini menjadi wadah seleksi mahasiswa unggul yang memiliki prestasi akademik, non-akademik, serta kemampuan komunikasi yang mumpuni.

Pada acara Penganugerahan Pilmapres Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin yang berlangsung Rabu (1/4/2026), Akhdan Nur Syauqi dari Program Studi Sastra Arab angkatan 2024 berhasil meraih Juara 1 Pilmapres FIB 2026 setelah melalui serangkaian seleksi ketat.

Posisi Juara 2 diraih Zulfiqri Saputra Samsul dari Program Studi Sastra Inggris angkatan 2023, sementara Radina Sinja Putri dari Program Studi Pariwisata angkatan 2024 menempati Juara 3.

Ajang Pilmapres ini merupakan salah satu program strategis fakultas dalam menjaring mahasiswa berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki capaian non-akademik, gagasan kreatif, serta kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang baik.

Para peserta mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari seleksi berkas dan focus group discussion pada tingkat fakultas, hingga penilaian capaian unggulan, wawancara bahasa Inggris, dan asesmen psikologi pada tahap seleksi universitas.

Dalam kompetisi tersebut, Akhdan Nur Syauqi tampil unggul dengan mengusung gagasan berjudul “Sappo Lipu: Integrasi Indigenous Knowledge Masyarakat Adat Sulawesi Selatan dalam Mitigasi Bencana Berbasis Culture-Based Resilience”.

Gagasan ini menitikberatkan pada internalisasi nilai-nilai lokal Sulawesi Selatan sebagai solusi mitigasi bencana, yang dinilai relevan dan inovatif di tengah tantangan krisis budaya yang semakin pesat.

Dalam keterangannya, Akhdan menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

“Saya tidak berekspektasi berlebihan, karena saya percaya semua sudah menjadi bagian dari rencana Tuhan, dan saya yakin saya hanya menjalankannya,” ujar Akhdan.

Akhdan menambahkan bahwa kemenangannya menjadi motivasi untuk menebar manfaat kepada sesama manusia.

“Kemenangan ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas, serta menebar manfaat kepada orang lain karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” tambah dia.

Pihak fakultas turut memberikan apresiasi atas capaian para pemenang dan berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.

Melalui ajang Pilmapres 2026 ini, Fakultas Ilmu Budaya kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru