Gempa M7,6 Guncang Pulau Batang Dua Ternate, BMKG Nyatakan Berpotensi Tsunami

SulawesiPos.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua, Kamis (2/4/2026) pukul 05.48.14 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah.

Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 1,25° Lintang Utara dan 126,27° Bujur Timur, atau berada di laut pada jarak sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung, dengan kedalaman 33 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi,” jelas Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc dalam keterangannya.

Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Getaran Dirasakan Hingga Sulawesi Utara dan Gorontalo

Guncangan gempa dirasakan cukup luas. Di Ternate, intensitas mencapai V–VI MMI, di mana getaran dirasakan oleh hampir seluruh penduduk dan menyebabkan kepanikan serta kerusakan ringan.

BACA JUGA: 
BMKG Keluarkan Peringatan Dini 23-25 Januari 2026 di Sulsel, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Di Ibu (Halmahera Barat), gempa dirasakan dengan intensitas V MMI.

Sementara itu, di Manado getaran tercatat pada skala IV–V MMI. Getaran juga dirasakan di sejumlah wilayah Gorontalo dengan intensitas III MMI, serta di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato dengan intensitas II–III MMI.

Berpotensi Tsunami, Status Siaga dan Waspada

Berdasarkan hasil pemodelan, BMKG menyatakan gempa ini berpotensi tsunami.

Status Siaga ditetapkan untuk beberapa wilayah yakni:

  • Kota Ternate
  • Halmahera
  • Kota Tidore
  • Kota Bitung
  • Minahasa Bagian Selatan
  • Minahasa Selatan Bagian Selatan
  • Minahasa Utara Bagian Selatan.

Adapun status Waspada diberlakukan untuk wilayah:

  • Kepulauan Sangihe
  • Minahasa Utara Bagian Utara
  • Bolaang Mongondow Bagian Selatan.

BMKG juga mencatat adanya kenaikan muka air laut berdasarkan pemantauan tide gauge.

Tsunami terdeteksi di beberapa daerah berikut:

  • Halmahera Barat: pukul 06.08 WIB, tinggi tsunami 0,30 meter
  • Bitung: pukul 06.15 WIB, tinggi tsunami 0,20 meter
  • Sidangoli: pukul 06.16 WIB, tinggi tsunami 0,35 meter
  • Minahasa Utara: pukul 06.18 WIB, tinggi tsunami 0,75 meter
  • Belang: pukul 06.36 WIB, tinggi tsunami 0,68 meter
BACA JUGA: 
Update: BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M7,6 di Sulut, Dinyatakan Berakhir di Seluruh Indonesia

Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 11 gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M5,5.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, baik melalui media sosial, situs resmi, maupun aplikasi mobile BMKG.

SulawesiPos.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua, Kamis (2/4/2026) pukul 05.48.14 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah.

Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 1,25° Lintang Utara dan 126,27° Bujur Timur, atau berada di laut pada jarak sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung, dengan kedalaman 33 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi,” jelas Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc dalam keterangannya.

Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Getaran Dirasakan Hingga Sulawesi Utara dan Gorontalo

Guncangan gempa dirasakan cukup luas. Di Ternate, intensitas mencapai V–VI MMI, di mana getaran dirasakan oleh hampir seluruh penduduk dan menyebabkan kepanikan serta kerusakan ringan.

BACA JUGA: 
Peringatan Dini Hujan Lebat di Sulsel Sore Ini, Gowa-Bantaeng Waspada Angin Kencang!

Di Ibu (Halmahera Barat), gempa dirasakan dengan intensitas V MMI.

Sementara itu, di Manado getaran tercatat pada skala IV–V MMI. Getaran juga dirasakan di sejumlah wilayah Gorontalo dengan intensitas III MMI, serta di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato dengan intensitas II–III MMI.

Berpotensi Tsunami, Status Siaga dan Waspada

Berdasarkan hasil pemodelan, BMKG menyatakan gempa ini berpotensi tsunami.

Status Siaga ditetapkan untuk beberapa wilayah yakni:

  • Kota Ternate
  • Halmahera
  • Kota Tidore
  • Kota Bitung
  • Minahasa Bagian Selatan
  • Minahasa Selatan Bagian Selatan
  • Minahasa Utara Bagian Selatan.

Adapun status Waspada diberlakukan untuk wilayah:

  • Kepulauan Sangihe
  • Minahasa Utara Bagian Utara
  • Bolaang Mongondow Bagian Selatan.

BMKG juga mencatat adanya kenaikan muka air laut berdasarkan pemantauan tide gauge.

Tsunami terdeteksi di beberapa daerah berikut:

  • Halmahera Barat: pukul 06.08 WIB, tinggi tsunami 0,30 meter
  • Bitung: pukul 06.15 WIB, tinggi tsunami 0,20 meter
  • Sidangoli: pukul 06.16 WIB, tinggi tsunami 0,35 meter
  • Minahasa Utara: pukul 06.18 WIB, tinggi tsunami 0,75 meter
  • Belang: pukul 06.36 WIB, tinggi tsunami 0,68 meter
BACA JUGA: 
Gempa M6,4 Guncang Simeulue Aceh, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 11 gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M5,5.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, baik melalui media sosial, situs resmi, maupun aplikasi mobile BMKG.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru