SulawesiPos.com – Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra penting bagi negaranya, khususnya dalam menjaga ketahanan energi dan stabilitas global di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berubah.
Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Korea Selatan Blue House, Rabu, Presiden Lee menyoroti peran Indonesia sebagai pemasok energi yang andal bagi Korea Selatan.
“Kami sangat yakin mengetahui bahwa Indonesia menyediakan LNG dan batubara secara sangat stabil kepada Korea,” kata Presiden Lee dalam pertemuan tersebut, dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.
Presiden Lee menyampaikan bahwa perubahan tatanan global, termasuk meningkatnya ketegangan di sejumlah kawasan seperti Timur Tengah, menuntut kedua negara untuk memperkuat kolaborasi ekonomi demi menjaga stabilitas bersama.
“Saya percaya bahwa kita perlu meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara kita agar dapat meminimalkan dampak negatif dari isu-isu global tersebut,” lanjutnya.
Selain faktor ekonomi, Presiden Lee juga menekankan pentingnya kesamaan nilai yang dianut Indonesia dan Korea Selatan, mulai dari prinsip demokrasi, perdagangan bebas, hingga tatanan dunia berbasis aturan, sebagai modal kuat menghadapi krisis global.
“Kerja sama antara kedua negara kita yang memiliki nilai-nilai demokrasi, perdagangan bebas, dan tatanan berbasis aturan akan bersinar terang, terutama dalam situasi krisis seperti yang kita alami sekarang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Lee berharap dialog antara kedua pemimpin dapat berlangsung secara terbuka dan konstruktif, baik dalam konteks hubungan bilateral maupun kontribusi bersama di tingkat internasional.
“Saya menantikan pertukaran pendapat yang jujur dengan Presiden Prabowo, tidak hanya tentang memajukan hubungan bilateral kita, tetapi juga tentang berbagai cara untuk berkontribusi bersama kepada masyarakat internasional sebagai negara-negara kekuatan menengah yang bertanggung jawab,” katanya.
Presiden Lee juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo serta mengungkapkan rasa duka cita atas gugurnya prajurit Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada anggota militer Indonesia yang berpartisipasi dalam operasi perdamaian di Lebanon yang telah meninggal dunia akibat ledakan,” ujarnya.
Pertemuan bilateral ini menegaskan komitmen Indonesia dan Korea Selatan untuk terus memperkuat kemitraan strategis serta memainkan peran aktif sebagai kekuatan menengah dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

