SulawesiPos.com – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) membenarkan seorang prajurit TNI gugur dalam serangan artileri saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, prajurit tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon (FR), anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL dari kesatuan Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM.
Praka Farizal Rhomadhon lahir di Kulon Progo, Yogyakarta, pada 3 Januari 1998. Ia dikenal sebagai prajurit berprestasi yang pernah menerima dua tanda jasa, yakni SL Dharma Nusa dan SL Kesetiaan VIII Tahun.
Dalam kehidupan pribadinya, ia meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan berusia dua tahun.
Keluarganya saat ini tinggal di rumah dinas di Bireuen, Aceh.
Praka FR gugur pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 20.44 waktu Lebanon, atau Senin (30/3/2026) pukul 01.40 WIB.
Insiden terjadi di wilayah Indobatt UNP 7-1, Desa Achid Alqusyar, Lebanon Selatan. Ia diduga menjadi korban serangan artileri yang dilancarkan Israel Defence Forces (IDF).
Peristiwa tersebut berlangsung di tengah meningkatnya intensitas konflik antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.
Pemerintah Sampaikan Duka dan Kecam Serangan
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI telah menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa serangan artileri tidak langsung menghantam posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr.
“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr,” ujarnya.
Indonesia Desak Investigasi
Pemerintah Indonesia menegaskan kecaman keras terhadap serangan yang menyebabkan jatuhnya korban dari pasukan penjaga perdamaian.
Selain itu, Indonesia juga mendesak dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan untuk mengungkap penyebab pasti insiden.
“Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” pungkasnya.

