Prabowo Temui Ray Dalio, Bahas Penguatan Danantara dan Prospek Ekonomi Indonesia

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menerima salah satu penasihat Danantara, Ray Dalio, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas prospek ekonomi Indonesia dan langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan nasional.

“Siang tadi Presiden Prabowo Subianto menerima Ray Dalio sebagai salah satu penasihat Danantara sekaligus tokoh penting dalam dunia keuangan internasional,” ungkap Teddy, dikutip Sabtu (28/3/2026).

Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan pentingnya optimalisasi peran Danantara sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

“Pertemuan tersebut membahas prospek ekonomi Indonesia, serta optimalisasi dan penguatan peran Danantara sebagai motor pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelas Seskab.

Danantara diproyeksikan menjadi instrumen strategis dalam mendorong investasi, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

Strategi Kelola Aset dan Tarik Kepercayaan Global

Pemerintah menilai pembentukan Danantara sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara dan BUMN strategis.

Sebagai sovereign wealth fund, Danantara diharapkan mampu memperluas kemitraan internasional serta meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

BACA JUGA: 
Ammar Zoni Kirim Surat Permohonan ke Presiden Prabowo, Klaim Diri Sebagai Aset Bangsa

“Danantara sebagai badan pengelola investasi strategis Indonesia yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 untuk mengoptimalkan aset negara, mengelola BUMN strategis, dan bertindak sebagai Sovereign Wealth Fund, terus bekerja sama dengan mitra strategis untuk meningkatkan kepercayaan dan kekuatan Danantara di mata internasional,” pungkas Teddy.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat kabinet, antara lain Airlangga Hartarto, Purbaya Yudhi Sadewa, Rosan Roeslani, Brian Yuliarto, serta Prasetyo Hadi.

Kehadiran para menteri menunjukkan bahwa penguatan Danantara menjadi agenda strategis lintas sektor dalam pemerintahan saat ini.

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menerima salah satu penasihat Danantara, Ray Dalio, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas prospek ekonomi Indonesia dan langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan nasional.

“Siang tadi Presiden Prabowo Subianto menerima Ray Dalio sebagai salah satu penasihat Danantara sekaligus tokoh penting dalam dunia keuangan internasional,” ungkap Teddy, dikutip Sabtu (28/3/2026).

Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan pentingnya optimalisasi peran Danantara sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

“Pertemuan tersebut membahas prospek ekonomi Indonesia, serta optimalisasi dan penguatan peran Danantara sebagai motor pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelas Seskab.

Danantara diproyeksikan menjadi instrumen strategis dalam mendorong investasi, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

Strategi Kelola Aset dan Tarik Kepercayaan Global

Pemerintah menilai pembentukan Danantara sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara dan BUMN strategis.

Sebagai sovereign wealth fund, Danantara diharapkan mampu memperluas kemitraan internasional serta meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

BACA JUGA: 
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Penguatan Sektor Pertanian sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa

“Danantara sebagai badan pengelola investasi strategis Indonesia yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 untuk mengoptimalkan aset negara, mengelola BUMN strategis, dan bertindak sebagai Sovereign Wealth Fund, terus bekerja sama dengan mitra strategis untuk meningkatkan kepercayaan dan kekuatan Danantara di mata internasional,” pungkas Teddy.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat kabinet, antara lain Airlangga Hartarto, Purbaya Yudhi Sadewa, Rosan Roeslani, Brian Yuliarto, serta Prasetyo Hadi.

Kehadiran para menteri menunjukkan bahwa penguatan Danantara menjadi agenda strategis lintas sektor dalam pemerintahan saat ini.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru