SulawesiPos.com – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan nasional di tengah dinamika konflik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Syawalan Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak boleh berdampak pada perpecahan di dalam negeri.
“Yang ada antara Amerika, Israel, Iran, dan berbagai negara yang terlibat konflik itu ngeyel di grup, dan kemudian serius itu marahnya,” ujarnya di hadapan ribuan kader Muhammadiyah Sulsel.
Abdul Mu’ti yang juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus mengambil peran sebagai bagian dari solusi, bukan justru memperkeruh situasi.
“Karena itu maka kita semuanya perlu kemudian memperkuat kerukunan dan persatuan. Karena itu modal sosial, politik, dan modal spiritual untuk kita bisa mengatasi berbagai macam persoalan yang kita hadapi,” katanya.
Nilai Agama Jadi Landasan Kerukunan
Ia mengajak masyarakat untuk merenungkan dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama sebagai pedoman dalam menjaga keharmonisan sosial.
Menurutnya, salah satu kunci utama memperkuat persatuan adalah dengan menghindari sikap merasa lebih unggul dari kelompok lain.
Abdul Mu’ti juga mengutip ajaran Al-Qur’an yang mengingatkan agar tidak merendahkan kelompok lain, baik laki-laki maupun perempuan.
Ia menekankan bahwa sikap saling menghormati dan rendah hati merupakan fondasi penting dalam membangun kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.

