SulawesiPos.com – Lantunan takbir menjadi ciri khas pada malam Idul Fitri. Namun, tidak sedikit umat Islam yang masih bertanya, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk mulai melaksanakan takbiran.
Dalam ajaran Islam, takbiran untuk hari raya Idul Fitri dianjurkan mulai dikumandangkan sejak terbenamnya matahari pada malam 1 Syawal 1447 H, atau jika mengikuti hasil sidang Isbat Kemenag kemarin, tepatnya jatuh pada Jumat malam, 20 Maret 2026.
Artinya, takbir sudah dapat dilantunkan setelah waktu Magrib di hari terakhir bulan Ramadan.
Anjuran ini merujuk pada praktik yang telah dicontohkan dalam tradisi keislaman, di mana umat Islam memperbanyak takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.
Takbiran kemudian dilanjutkan sepanjang malam hingga menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri pada pagi hari.
Selama rentang waktu tersebut, umat Islam dapat melantunkan takbir secara individu maupun berjamaah, baik di rumah, masjid, maupun dalam kegiatan takbir keliling yang menjadi tradisi di berbagai daerah di Indonesia.
Meski demikian, para ulama juga mengingatkan agar pelaksanaan takbiran tetap dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan tidak berlebihan.
Hal ini penting agar esensi takbiran sebagai ibadah dan bentuk syiar tetap terjaga.
Lafadz Takbiran
Takbiran versi pendek:
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar.
Allahu Akbar wa lillahil hamd.”
Takbiran versi panjang:
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar.
Allahu Akbar wa lillahil hamd.
Allahu Akbar kabira, walhamdulillahi katsira,
wa subhanallahi bukratan wa asila.
Laa ilaaha illallah wahdah,
shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah,
wa a’azza jundah, wa hazamal ahzaaba wahdah.
Laa ilaaha illallah, wallahu akbar.
Allahu Akbar wa lillahil hamd.”
Dengan memahami waktu yang tepat untuk memulai takbiran, umat Islam diharapkan dapat mengamalkan sunnah ini secara lebih baik.
Takbir yang menggema sejak malam Idul Fitri hingga pagi hari bukan hanya tradisi, tetapi juga simbol kemenangan dan rasa syukur setelah menjalani Ramadan.

