Gunung Semeru Erupsi Dua Kali, Letusan Capai 1.000 Meter di Atas Puncak

SulawesiPos.com – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang kembali mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Jumat pagi.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.26 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.26 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukijo.

Erupsi kembali terjadi pada pukul 06.40 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke utara.

“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik,” ujarnya.

Status Siaga, Warga Diminta Menjauh

Saat ini, status aktivitas vulkanik Semeru berada pada Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat.

Warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi area sempadan sungai sejauh 500 meter karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.

Waspadai Awan Panas dan Lahar

PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lain seperti awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Beberapa wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” kata Mukijo.

SulawesiPos.com – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang kembali mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Jumat pagi.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.26 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.26 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukijo.

Erupsi kembali terjadi pada pukul 06.40 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke utara.

“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik,” ujarnya.

Status Siaga, Warga Diminta Menjauh

Saat ini, status aktivitas vulkanik Semeru berada pada Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat.

Warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi area sempadan sungai sejauh 500 meter karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.

Waspadai Awan Panas dan Lahar

PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lain seperti awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Beberapa wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” kata Mukijo.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru