SulawesiPos.com – Kader PDI Perjuangan, Palti Hutabarat, kembali menjadi sasaran teror. Kali ini, rumah orang tuanya di Deli Serdang, Sumatera Utara, dilempari paket berisi bangkai kepala anjing pada Rabu (18/3/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 hingga 24.00 WIB.
Keluarga baru mengetahui keberadaan paket itu keesokan paginya sekitar pukul 07.00 WIB dan terkejut saat menemukan isinya.
Insiden ini bukan yang pertama, melainkan bagian dari rangkaian intimidasi yang telah berlangsung sebelumnya.
Kuasa hukum Palti, Wiradarma Harefa, mengungkapkan bahwa rangkaian teror sudah dimulai sejak Rabu (11/3/2026).
Saat itu, dua pria tak dikenal mendatangi kompleks perumahan dan menanyakan keberadaan penghuni rumah kepada petugas keamanan.
”Teror kepala anjing merupakan rentetan dari pengiriman dua paket COD sebelumnya. Pada hari Rabu tanggal 11 Maret 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, security komplek perumahan mengabarkan kepada keluarga Palti ada 2 orang laki-laki naik sepeda motor yang bertanya penghuni rumah,” kata Wiradarma, Kamis (19/3/2026).
Orang tak dikenal tersebut bahkan sempat memastikan apakah rumah dalam kondisi kosong atau tidak.
Paket COD Misterius Berturut-turut
Setelah pengintaian, teror berlanjut dalam bentuk pengiriman paket mencurigakan.
Pada Jumat (13/3), paket COD pertama datang ke rumah keluarga Palti.
Karena tidak pernah merasa memesan, keluarga langsung menolak dan mengembalikan paket tersebut tanpa membukanya.
Sehari kemudian, Sabtu (14/3/2026), paket kedua kembali dikirim.
Kali ini, nama pengirim menggunakan identitas almarhum ayah Palti dari Jakarta.
”Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa mengirimkan paket. Seperti paket sebelumnya, paket tidak dibuka dan langsung dikembalikan,” ujarnya.
Teror kemudian meningkat. Selain kiriman paket berisi kepala anjing yang dilempar langsung ke halaman rumah, Palti juga menerima pesan-pesan bernada intimidatif melalui WhatsApp.
Perubahan pola ini menunjukkan eskalasi dari sekadar percobaan pengiriman hingga tindakan teror yang lebih agresif.
Kecaman PDIP
Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan mengecam keras aksi tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan biadab.
”Kami mengutuk aksi teror ini, tindakan biadab dan pengecut apalagi dengan kepala anjing. Juga terjadi di bulan suci Ramadhan. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya,” tegas Wiradarma.
Ia juga menyinggung sejumlah kasus teror lain yang belum terungkap, seperti pelemparan bom molotov di Sibolga, penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, serta berbagai intimidasi lainnya.

