Tragis! Ali Larijani Tewas Saat Mengunjungi Putrinya di Teheran

SulawesiPos.com – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang menghantam kawasan permukiman di Teheran pada Selasa dini hari (17/3/2026).

Serangan terjadi saat ia tengah berada di rumah putrinya di wilayah Pardis, timur laut ibu kota.

Informasi yang beredar menyebutkan, serangan berlangsung sekitar pukul 03.00 waktu setempat dan menjadi bagian dari rangkaian operasi militer Amerika Serikat dan Israel.

Target serangan disebut mengarah langsung ke lokasi tempat tinggal keluarga Larijani.

Berdasarkan laporan Reuters, Larijani tidak berada di fasilitas militer maupun gedung pemerintahan saat serangan terjadi.

Sejumlah laporan juga menyebut ia tewas bersama putranya, Morteza, meski belum ada keterangan resmi terkait kondisi anggota keluarga lainnya.

Pemerintah Iran melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi telah mengonfirmasi kematian Larijani.

Dalam pernyataan resminya, ia disebut gugur sebagai martir setelah mengabdikan hidupnya bagi negara dan Revolusi Islam.

“Setelah seumur hidup berjuang untuk kemajuan Iran dan Revolusi Islam, akhirnya ia mencapai keinginan yang telah lama diidamkannya, menjawab panggilan kebenaran, dan dengan bangga meraih kedudukan mulia sebagai martir di garis depan pengabdian,” demikian bunyi pernyataan dari dewan yang dimuat oleh Mehr.

BACA JUGA: 
Trump Umumkan Ali Khamenei Tewas, AS–Israel Gempur Kompleks Kediaman di Teheran

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa Larijani menjadi target dalam operasi tersebut.

“Pagi ini kami telah melenyapkan Ali Larijani. Ali Larijani adalah pemimpin Garda Revolusi, yaitu kelompok gangster yang sebenarnya mengendalikan Iran,” tulisnya di akun X pribadinya.

Pernyataan ini semakin mempertegas eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang terus meningkat sejak akhir Februari lalu.

SulawesiPos.com – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang menghantam kawasan permukiman di Teheran pada Selasa dini hari (17/3/2026).

Serangan terjadi saat ia tengah berada di rumah putrinya di wilayah Pardis, timur laut ibu kota.

Informasi yang beredar menyebutkan, serangan berlangsung sekitar pukul 03.00 waktu setempat dan menjadi bagian dari rangkaian operasi militer Amerika Serikat dan Israel.

Target serangan disebut mengarah langsung ke lokasi tempat tinggal keluarga Larijani.

Berdasarkan laporan Reuters, Larijani tidak berada di fasilitas militer maupun gedung pemerintahan saat serangan terjadi.

Sejumlah laporan juga menyebut ia tewas bersama putranya, Morteza, meski belum ada keterangan resmi terkait kondisi anggota keluarga lainnya.

Pemerintah Iran melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi telah mengonfirmasi kematian Larijani.

Dalam pernyataan resminya, ia disebut gugur sebagai martir setelah mengabdikan hidupnya bagi negara dan Revolusi Islam.

“Setelah seumur hidup berjuang untuk kemajuan Iran dan Revolusi Islam, akhirnya ia mencapai keinginan yang telah lama diidamkannya, menjawab panggilan kebenaran, dan dengan bangga meraih kedudukan mulia sebagai martir di garis depan pengabdian,” demikian bunyi pernyataan dari dewan yang dimuat oleh Mehr.

BACA JUGA: 
Pasca Khamenei Wafat, Siapa Kendalikan Iran di Tengah Konflik dengan AS-Israel?

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa Larijani menjadi target dalam operasi tersebut.

“Pagi ini kami telah melenyapkan Ali Larijani. Ali Larijani adalah pemimpin Garda Revolusi, yaitu kelompok gangster yang sebenarnya mengendalikan Iran,” tulisnya di akun X pribadinya.

Pernyataan ini semakin mempertegas eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang terus meningkat sejak akhir Februari lalu.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru