Iran Klaim 80 Persen Pangkalan AS Hancur dalam Serangan Rudal

SulawesiPos.com – Militer Iran mengklaim sebagian besar sistem pertahanan Amerika Serikat di sejumlah pangkalan udara di kawasan Timur Tengah mengalami kerusakan setelah dihantam serangan rudal dan drone.

Dalam pernyataan ke-40 yang dirilis humas IRGC, serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer “True Promise 4”.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan serangan tersebut menargetkan berbagai fasilitas strategis militer Amerika Serikat di beberapa negara kawasan Teluk.

Target utama disebut meliputi pusat komando dan kendali, menara kendali penerbangan, hanggar pertahanan udara, gudang pendukung, dan peralatan di pangkalan AS di berbagai negara Timur Tengah.

IRGC mengklaim bahwa berdasarkan analisis citra satelit, lebih dari 80 persen sistem radar strategis dan fasilitas penting di pangkalan yang diserang berhasil dihancurkan.

Klaim tersebut disampaikan setelah serangkaian serangan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone serang diluncurkan ke target militer AS.

Operasi ini merupakan bagian dari gelombang serangan Iran terhadap aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah yang disebut Teheran sebagai aksi balasan atas serangan sebelumnya terhadap wilayah Iran.

Baca Juga: 
7 Update Terbaru Iran: Korban Konflik, Penangkapan Mata-mata, hingga Strategi Militer Baru

IRGC menyatakan serangan dilakukan dengan teknologi rudal generasi baru yang memiliki kemampuan presisi tinggi.

Sejumlah pangkalan udara Amerika Serikat di kawasan Teluk dilaporkan menjadi sasaran dalam operasi tersebut, termasuk fasilitas militer yang berada di Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Qatar.

SulawesiPos.com – Militer Iran mengklaim sebagian besar sistem pertahanan Amerika Serikat di sejumlah pangkalan udara di kawasan Timur Tengah mengalami kerusakan setelah dihantam serangan rudal dan drone.

Dalam pernyataan ke-40 yang dirilis humas IRGC, serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer “True Promise 4”.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan serangan tersebut menargetkan berbagai fasilitas strategis militer Amerika Serikat di beberapa negara kawasan Teluk.

Target utama disebut meliputi pusat komando dan kendali, menara kendali penerbangan, hanggar pertahanan udara, gudang pendukung, dan peralatan di pangkalan AS di berbagai negara Timur Tengah.

IRGC mengklaim bahwa berdasarkan analisis citra satelit, lebih dari 80 persen sistem radar strategis dan fasilitas penting di pangkalan yang diserang berhasil dihancurkan.

Klaim tersebut disampaikan setelah serangkaian serangan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone serang diluncurkan ke target militer AS.

Operasi ini merupakan bagian dari gelombang serangan Iran terhadap aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah yang disebut Teheran sebagai aksi balasan atas serangan sebelumnya terhadap wilayah Iran.

Baca Juga: 
Rekaman Langka Bunker Drone Iran Tersebar, Menyoroti Kesiapan Militer dan Serangan Balasan ke Pangkalan AS

IRGC menyatakan serangan dilakukan dengan teknologi rudal generasi baru yang memiliki kemampuan presisi tinggi.

Sejumlah pangkalan udara Amerika Serikat di kawasan Teluk dilaporkan menjadi sasaran dalam operasi tersebut, termasuk fasilitas militer yang berada di Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Qatar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru