Doa untuk Bangsa dan Dunia
SulawesiPos.com – Sejumlah tokoh, akademisi, dan elemen masyarakat sipil menggelar kegiatan “Doa untuk Bangsa dan Dunia: Refleksi untuk Tragedi Umat Manusia” sebagai bentuk keprihatinan terhadap situasi geopolitik global yang dinilai semakin memanas.
Kegiatan tersebut diketahui telah berlangsung pada Sabtu (7/3/2026), namun pesan dan seruan yang disampaikan para tokoh dalam forum tersebut masih menjadi perhatian publik hingga kini seiring dinamika konflik global yang terus berkembang.
Acara yang digelar secara hybrid, yakni luring di Aula Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat, Bandung, serta daring melalui Zoom Meeting itu diikuti oleh para akademisi, aktivis kemanusiaan, tokoh lintas organisasi, serta elemen masyarakat sipil dari berbagai daerah.
Forum tersebut menjadi ruang refleksi bersama atas berbagai tragedi kemanusiaan yang terjadi di dunia, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang telah menimbulkan banyak korban sipil.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, serta warga sipil yang disebut menjadi korban serangan militer akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Selain doa bersama, forum tersebut juga membahas berbagai isu penting terkait arah kebijakan luar negeri Indonesia di tengah dinamika global.
Salah satu sorotan yang muncul dalam diskusi adalah keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace, yang oleh sebagian peserta dinilai perlu ditinjau kembali.
Mereka menilai pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan ulang keanggotaan dalam badan tersebut karena dianggap berpotensi menimbulkan pertanyaan terkait konsistensi prinsip politik luar negeri Indonesia yang selama ini dikenal bebas dan aktif.
Menurut para peserta, konstitusi Indonesia menegaskan komitmen bangsa untuk menentang segala bentuk penjajahan serta mendorong perdamaian dunia. Karena itu, kebijakan luar negeri dinilai harus tetap berpijak pada prinsip tersebut.
Dalam forum refleksi itu, peserta juga mendorong pemerintah Indonesia untuk memperkuat peran diplomasi internasional, termasuk melalui kerja sama dengan negara-negara Non-Blok dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam mendorong solusi damai terhadap konflik global.
Selain itu, DPR RI juga diharapkan menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan luar negeri agar tetap sejalan dengan kepentingan nasional serta amanat konstitusi.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama sejumlah organisasi masyarakat sipil, di antaranya Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI), Nurcholish Madjid Society (NCMS), Ma’arif Institute, Majlis Ukhuwah Sunni Syiah Indonesia (MUHSIN), Kajian Kang Jalal (KKJ), Komunitas Islam Madani, serta MADDAH (Muda Madani Hub).
Beberapa tokoh yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, baik secara offline di Aula Dr. K. H. Jalaluddin Rakhmat, Bandung maupun secara online melalui Zoom Meeting, yaitu: