SulawesiPos.com — Aktivitas gempa bumi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, tercatat tiga gempa dengan magnitudo berbeda yang mengguncang wilayah Sukabumi, Melawi, dan Pangandaran.
BMKG memastikan seluruh gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa Magnitudo 5,4 di Sukabumi
Gempa terbesar terjadi di wilayah timur laut Sukabumi, Jawa Barat dengan kekuatan Magnitudo 5,4.
Guncangan gempa dilaporkan terjadi pada kedalaman menengah dan sempat dirasakan di beberapa wilayah sekitar Sukabumi.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan besar maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
BMKG menegaskan bahwa gempa ini merupakan aktivitas tektonik dan masyarakat diminta tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Gempa Dangkal Magnitudo 5,3 di Melawi
Selain Sukabumi, gempa juga mengguncang wilayah Melawi di Kalimantan Barat dengan kekuatan Magnitudo 5,3.
Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, yang termasuk kategori gempa dangkal sehingga berpotensi terasa cukup kuat di sekitar pusat gempa.
Meski demikian, BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami dan masyarakat diimbau untuk tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya.
Gempa Kecil Terjadi di Pangandaran
Sementara itu, gempa kecil juga tercatat terjadi di wilayah Pangandaran, Jawa Barat dengan kekuatan Magnitudo 2,7 pada malam hari.
Gempa dengan magnitudo kecil seperti ini umumnya hanya terdeteksi oleh alat seismograf dan jarang dirasakan masyarakat.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Melalui laporan resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gempa bumi.
Masyarakat juga disarankan untuk memantau update gempa melalui situs resmi BMKG maupun aplikasi Info BMKG agar mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.
BMKG menegaskan bahwa informasi gempa bersifat sementara dan dapat diperbarui seiring dengan analisis lanjutan dari data seismologi yang masuk.

