SulawesiPos.com – Pemerintah Rusia melayangkan protes keras atas serangan militer yang diduga dilakukan Israel terhadap sebuah pusat kebudayaan milik Rusia di Lebanon.
Moskow menilai serangan itu sebagai tindakan agresif yang menyasar fasilitas sipil dan tidak memiliki kaitan dengan aktivitas militer.
Informasi mengenai insiden tersebut disampaikan oleh Direktur pusat kebudayaan Rusia di kota Nabatieh, Asaad Diya.
Ia mengungkapkan bahwa bangunan tersebut diserang pada Minggu waktu setempat.
Beruntung, saat peristiwa terjadi gedung dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Lembaga kerja sama kemanusiaan internasional Rusia, Rossotrudnichestvo, juga menegaskan bahwa fasilitas tersebut murni digunakan untuk kegiatan sipil dan budaya.
Dalam pernyataannya, lembaga itu menekankan bahwa pusat kebudayaan tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan kegiatan militer apa pun.
Rossotrudnichestvo menyebut bangunan tersebut dikelola bersama mitra lokal di Lebanon dan selama ini digunakan untuk kegiatan sosial serta budaya.
“Fasilitas ini tidak terlibat dalam aktivitas militer apa pun,” kata badan kerja sama kemanusiaan internasional Rusia, Rossotrudnichestvo, dalam pernyataannya dikutip Kamis (12/3/2026).
Oleh karena itu, serangan terhadap fasilitas tersebut dinilai tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi melanggar prinsip perlindungan terhadap infrastruktur sipil.
Di sisi lain, lembaga tersebut menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak lokal di Lebanon.
Mereka juga berupaya memberikan dukungan bagi warga sipil yang terdampak konflik di wilayah tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Israel di wilayah selatan Lebanon.
Dalam beberapa waktu terakhir, Israel dilaporkan kembali melancarkan serangan udara dan operasi darat yang menargetkan kelompok bersenjata Hizbullah.
Situasi ini menjadi bagian dari meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Konflik yang melibatkan berbagai aktor regional, termasuk tekanan militer terhadap Iran yang turut melibatkan Amerika Serikat, membuat dinamika geopolitik di kawasan tersebut semakin memanas.

