Prabowo Terima Wakil PM Australia Richard Marles di Kertanegara, Bahas Kerja Sama Pertahanan

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Presiden di kawasan Kertanegara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Informasi mengenai pertemuan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui media sosial resmi Sekretariat Kabinet.

“Presiden Prabowo Subianto menerima sahabat lamanya yang juga Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, pada Rabu, 11 Maret 2026, di Kertanegara,” demikian keterangan Teddy di akun media sosial Sekretariat Kabinet.

Menurut Teddy, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

“Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban menegaskan hubungan pribadi yang erat antara kedua pemimpin,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai tersebut, keduanya juga bertukar pandangan terkait berbagai isu penting yang menjadi perhatian bersama.

Pertemuan itu sekaligus mencerminkan hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Australia, terutama dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

Baca Juga: 
Rehabilitasi 98.000 Hektar Sawah Pascabencana di Sumatera, Mentan Amran: Ini Tanggung Jawab Negara

Hubungan personal antara Prabowo dan Marles disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Australia, khususnya di sektor pertahanan.

Keduanya diketahui telah beberapa kali bertemu sejak 2022 ketika Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan Indonesia, baik dalam forum internasional maupun kunjungan bilateral.

Salah satu bentuk kerja sama penting antara kedua negara adalah penandatanganan Defence Cooperation Agreement (DCA) pada Agustus 2024.

Perjanjian tersebut memperluas kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia, termasuk latihan militer bersama, dialog strategis, serta peningkatan kerja sama pendidikan militer.

Komunikasi yang intens antara kedua tokoh tersebut dinilai turut memperkuat kepercayaan kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Presiden di kawasan Kertanegara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Informasi mengenai pertemuan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui media sosial resmi Sekretariat Kabinet.

“Presiden Prabowo Subianto menerima sahabat lamanya yang juga Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, pada Rabu, 11 Maret 2026, di Kertanegara,” demikian keterangan Teddy di akun media sosial Sekretariat Kabinet.

Menurut Teddy, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

“Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban menegaskan hubungan pribadi yang erat antara kedua pemimpin,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai tersebut, keduanya juga bertukar pandangan terkait berbagai isu penting yang menjadi perhatian bersama.

Pertemuan itu sekaligus mencerminkan hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Australia, terutama dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

Baca Juga: 
Presiden Prabowo Panggil Menteri yang Bidangi Ekonomi ke Hambalang, Seskab Ungkap Isi Pertemuannya

Hubungan personal antara Prabowo dan Marles disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Australia, khususnya di sektor pertahanan.

Keduanya diketahui telah beberapa kali bertemu sejak 2022 ketika Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan Indonesia, baik dalam forum internasional maupun kunjungan bilateral.

Salah satu bentuk kerja sama penting antara kedua negara adalah penandatanganan Defence Cooperation Agreement (DCA) pada Agustus 2024.

Perjanjian tersebut memperluas kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia, termasuk latihan militer bersama, dialog strategis, serta peningkatan kerja sama pendidikan militer.

Komunikasi yang intens antara kedua tokoh tersebut dinilai turut memperkuat kepercayaan kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru