25 C
Makassar
6 March 2026, 18:50 PM WITA

Dorong Dialog AS-Iran, Inisiatif Diplomasi Prabowo Diklaim Didukung Negara Timur Tengah

SulawesiPos.com – Langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong dialog antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran disebut mendapat sambutan positif dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah serta negara-negara di dunia Islam.

Tokoh Nahdlatul Ulama sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyampaikan hal tersebut usai menghadiri acara buka puasa Presiden bersama ulama dan tokoh masyarakat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

“Prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan antara Amerika Serikat dengan Iran untuk membuka ruang dialog. Langkah-langkah yang diambil Pak Presiden mendapat dukungan dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain, termasuk Pakistan dan UAE (Uni Emirat Arab),” kata Nusron.

Menurut Nusron, sejumlah negara di kawasan Timur Tengah serta negara-negara Islam mendukung upaya Indonesia untuk memainkan peran sebagai mediator dalam konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara Barat.

Ia menyebut Pakistan dan Uni Emirat Arab termasuk di antara negara yang memberikan respons positif terhadap inisiatif diplomasi tersebut.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi Indonesia untuk memperluas peran diplomasi internasional, khususnya dalam upaya menurunkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Nusron juga menegaskan bahwa Indonesia yang akan memimpin forum Developing-8 Organization for Economic Cooperation (D-8) berkomitmen mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian di kawasan Teluk.

“Intinya, Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut, terutama di Iran maupun di kawasan Teluk,” ujarnya.

Selain melalui forum D-8, pemerintah Indonesia juga memanfaatkan berbagai forum kerja sama internasional untuk mendorong dialog dan meredakan ketegangan global, termasuk melalui inisiatif Board of Peace (BoP).

Nusron mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap langkah diplomasi yang ditempuh pemerintah dalam mendorong perdamaian melalui jalur dialog internasional.

“Posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana dan ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba terlebih dahulu. Jangan sampai usaha belum dilakukan, tetapi sudah diminta untuk keluar,” tegasnya.

Dalam pertemuan buka puasa bersama tersebut, para ulama dan pimpinan organisasi masyarakat Islam juga disebut sepakat untuk terus menjalin komunikasi dengan pemerintah serta mendukung upaya Indonesia dalam menciptakan perdamaian di Timur Tengah.

Nusron menambahkan bahwa pemerintah juga terus mengantisipasi dampak geopolitik global terhadap stabilitas nasional, termasuk potensi gangguan terhadap pasokan energi dan pangan jika konflik di kawasan tersebut semakin meluas.

SulawesiPos.com – Langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong dialog antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran disebut mendapat sambutan positif dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah serta negara-negara di dunia Islam.

Tokoh Nahdlatul Ulama sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyampaikan hal tersebut usai menghadiri acara buka puasa Presiden bersama ulama dan tokoh masyarakat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

“Prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan antara Amerika Serikat dengan Iran untuk membuka ruang dialog. Langkah-langkah yang diambil Pak Presiden mendapat dukungan dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain, termasuk Pakistan dan UAE (Uni Emirat Arab),” kata Nusron.

Menurut Nusron, sejumlah negara di kawasan Timur Tengah serta negara-negara Islam mendukung upaya Indonesia untuk memainkan peran sebagai mediator dalam konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara Barat.

Ia menyebut Pakistan dan Uni Emirat Arab termasuk di antara negara yang memberikan respons positif terhadap inisiatif diplomasi tersebut.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi Indonesia untuk memperluas peran diplomasi internasional, khususnya dalam upaya menurunkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Nusron juga menegaskan bahwa Indonesia yang akan memimpin forum Developing-8 Organization for Economic Cooperation (D-8) berkomitmen mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian di kawasan Teluk.

“Intinya, Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut, terutama di Iran maupun di kawasan Teluk,” ujarnya.

Selain melalui forum D-8, pemerintah Indonesia juga memanfaatkan berbagai forum kerja sama internasional untuk mendorong dialog dan meredakan ketegangan global, termasuk melalui inisiatif Board of Peace (BoP).

Nusron mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap langkah diplomasi yang ditempuh pemerintah dalam mendorong perdamaian melalui jalur dialog internasional.

“Posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana dan ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba terlebih dahulu. Jangan sampai usaha belum dilakukan, tetapi sudah diminta untuk keluar,” tegasnya.

Dalam pertemuan buka puasa bersama tersebut, para ulama dan pimpinan organisasi masyarakat Islam juga disebut sepakat untuk terus menjalin komunikasi dengan pemerintah serta mendukung upaya Indonesia dalam menciptakan perdamaian di Timur Tengah.

Nusron menambahkan bahwa pemerintah juga terus mengantisipasi dampak geopolitik global terhadap stabilitas nasional, termasuk potensi gangguan terhadap pasokan energi dan pangan jika konflik di kawasan tersebut semakin meluas.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/