30 C
Makassar
4 March 2026, 13:15 PM WITA

Tiga Jet Tempur AS Jatuh di Kuwait, Iran Klaim Pertama dalam 27 Tahun

SulawesiPos.com – Insiden jatuhnya tiga jet tempur F‑15 milik Amerika Serikat di atas wilayah Kuwait pada Senin (2/3/2026) diklaim Iran sebagai aksi berhasil menembak jatuh pesawat militer AS.

Sebuah klaim yang disebut Teheran sebagai kemenangan tertajam pertama kali dalam 27 tahun terakhir terhadap jet tempur Amerika.

Namun, pernyataan resmi dari Komando Pusat AS (United States Central Command/CENTCOM) menyatakan fakta yang jauh berbeda.

Menurut CENTCOM, ketiga jet tempur tersebut tidak ditembak oleh Iran, melainkan secara tidak sengaja dilumpuhkan oleh sistem pertahanan udara Kuwait dalam kekacauan pertempuran aktif yang sedang berlangsung di kawasan.

Dalam siaran persnya, CENTCOM menjelaskan bahwa tiga pesawat F‑15E Strike Eagle sedang menjalankan misi udara di tengah serangan balasan Iran yang melibatkan pesawat, rudal balistik, dan drone.

“Jet tempur Angkatan Udara AS secara keliru ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait,” tulis pernyataan resmi Centcom.

Enam Awak Pesawat Selamat

Meski demikian, seluruh enam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat dan kini berada dalam kondisi stabil setelah ejection dan evakuasi yang berhasil.

Kuwait juga mengakui insiden tersebut dan menyatakan dukungannya dalam proses investigasi bersama.

Klaim awal Iran yang menyatakan telah menghancurkan jet AS itu menjadi sorotan, mengingat klaim semacam ini belum pernah terdengar sejak insiden penembakan jet tempur siluman F-117 AS terakhir pada 1995 selama konflik Kosovo.

Kini publik bertanya-tanya, bagaimana bisa sistem pertahanan udara Kuwait salah mengidentifikasi pesawat sekutu sebagai target di tengah kondisi pertempuran yang memanas.

SulawesiPos.com – Insiden jatuhnya tiga jet tempur F‑15 milik Amerika Serikat di atas wilayah Kuwait pada Senin (2/3/2026) diklaim Iran sebagai aksi berhasil menembak jatuh pesawat militer AS.

Sebuah klaim yang disebut Teheran sebagai kemenangan tertajam pertama kali dalam 27 tahun terakhir terhadap jet tempur Amerika.

Namun, pernyataan resmi dari Komando Pusat AS (United States Central Command/CENTCOM) menyatakan fakta yang jauh berbeda.

Menurut CENTCOM, ketiga jet tempur tersebut tidak ditembak oleh Iran, melainkan secara tidak sengaja dilumpuhkan oleh sistem pertahanan udara Kuwait dalam kekacauan pertempuran aktif yang sedang berlangsung di kawasan.

Dalam siaran persnya, CENTCOM menjelaskan bahwa tiga pesawat F‑15E Strike Eagle sedang menjalankan misi udara di tengah serangan balasan Iran yang melibatkan pesawat, rudal balistik, dan drone.

“Jet tempur Angkatan Udara AS secara keliru ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait,” tulis pernyataan resmi Centcom.

Enam Awak Pesawat Selamat

Meski demikian, seluruh enam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat dan kini berada dalam kondisi stabil setelah ejection dan evakuasi yang berhasil.

Kuwait juga mengakui insiden tersebut dan menyatakan dukungannya dalam proses investigasi bersama.

Klaim awal Iran yang menyatakan telah menghancurkan jet AS itu menjadi sorotan, mengingat klaim semacam ini belum pernah terdengar sejak insiden penembakan jet tempur siluman F-117 AS terakhir pada 1995 selama konflik Kosovo.

Kini publik bertanya-tanya, bagaimana bisa sistem pertahanan udara Kuwait salah mengidentifikasi pesawat sekutu sebagai target di tengah kondisi pertempuran yang memanas.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/