31 C
Makassar
2 March 2026, 17:23 PM WITA

Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Wafat di RSPAD Gatot Soebroto pada Usia 90 Tahun

SulawesiPos.com – Indonesia kembali berduka. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin pagi, 2 Maret 2026.

Purnawirawan jenderal TNI tersebut wafat pada pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Informasi kepergian tokoh militer sekaligus negarawan itu dibenarkan langsung oleh Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letjen TNI Albertus Budi Sulistya.

“Benar,” ujar Budi singkat saat dikonfirmasi awak media, Senin (2/3/2026).

Pihak keluarga menyampaikan bahwa jenazah almarhum akan dimandikan di rumah duka RSPAD sebelum dibawa ke kediaman pribadinya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, untuk disemayamkan.

“Telah meninggal dunia ayah/kakek/buyut/kakak kami, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno bin Subandi pada hari ini, Senin, 2 Maret 2026 pukul 06.58 WIB. Jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jl. Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat,” demikian pernyataan resmi keluarga besar.

Keluarga juga memohon doa dari seluruh masyarakat agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami memohon doa agar amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan dimaafkan segala kesalahan serta kekhilafannya semasa hidup. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” lanjut pernyataan tersebut.

Jejak Karier dan Pengabdian

Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia pada periode 1993–1998, mendampingi Presiden Soeharto. Ia merupakan salah satu wakil presiden yang berasal dari latar belakang militer.

Lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935, Try Sutrisno mengawali karier militernya setelah diterima sebagai taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1956.

Ia mulai dekat dengan Presiden Soeharto sejak terlibat dalam Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962.

Kariernya terus menanjak hingga pada 1974 dipercaya menjadi ajudan Presiden.

Pada Agustus 1985, ia menyandang pangkat Letnan Jenderal TNI dan ditunjuk sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakil KSAD), mendampingi KSAD saat itu, Jenderal TNI Rudhini.

Sepuluh bulan berselang, tepatnya Juni 1986, Try Sutrisno diangkat menjadi KSAD menggantikan Rudhini.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 1992–1997 kemudian memilihnya sebagai Wakil Presiden RI dalam Sidang Umum MPR 1993.

Masa jabatannya berakhir pada 1998 dan posisinya digantikan oleh B. J. Habibie.

Sesuai rencana keluarga, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat, setelah proses perawatan jenazah di RSPAD Gatot Soebroto.

SulawesiPos.com – Indonesia kembali berduka. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin pagi, 2 Maret 2026.

Purnawirawan jenderal TNI tersebut wafat pada pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Informasi kepergian tokoh militer sekaligus negarawan itu dibenarkan langsung oleh Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letjen TNI Albertus Budi Sulistya.

“Benar,” ujar Budi singkat saat dikonfirmasi awak media, Senin (2/3/2026).

Pihak keluarga menyampaikan bahwa jenazah almarhum akan dimandikan di rumah duka RSPAD sebelum dibawa ke kediaman pribadinya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, untuk disemayamkan.

“Telah meninggal dunia ayah/kakek/buyut/kakak kami, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno bin Subandi pada hari ini, Senin, 2 Maret 2026 pukul 06.58 WIB. Jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jl. Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat,” demikian pernyataan resmi keluarga besar.

Keluarga juga memohon doa dari seluruh masyarakat agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami memohon doa agar amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan dimaafkan segala kesalahan serta kekhilafannya semasa hidup. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” lanjut pernyataan tersebut.

Jejak Karier dan Pengabdian

Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia pada periode 1993–1998, mendampingi Presiden Soeharto. Ia merupakan salah satu wakil presiden yang berasal dari latar belakang militer.

Lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935, Try Sutrisno mengawali karier militernya setelah diterima sebagai taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1956.

Ia mulai dekat dengan Presiden Soeharto sejak terlibat dalam Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962.

Kariernya terus menanjak hingga pada 1974 dipercaya menjadi ajudan Presiden.

Pada Agustus 1985, ia menyandang pangkat Letnan Jenderal TNI dan ditunjuk sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakil KSAD), mendampingi KSAD saat itu, Jenderal TNI Rudhini.

Sepuluh bulan berselang, tepatnya Juni 1986, Try Sutrisno diangkat menjadi KSAD menggantikan Rudhini.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 1992–1997 kemudian memilihnya sebagai Wakil Presiden RI dalam Sidang Umum MPR 1993.

Masa jabatannya berakhir pada 1998 dan posisinya digantikan oleh B. J. Habibie.

Sesuai rencana keluarga, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat, setelah proses perawatan jenazah di RSPAD Gatot Soebroto.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/